Menko Muhaimin: Peran Pemerintah Membuka Jalan, Bukan Menghalangi Kreativitas Masyarakat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Jul 2026, 07:00
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menko Muhaimin Iskandar Menko Muhaimin Iskandar (Dokumentasi )

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menegaskan pemerintah perlu mengubah cara mendukung industri kreatif nasional. Menurutnya, tantangan terbesar pelaku industri kreatif Indonesia saat ini bukan lagi menghasilkan produk yang berkualitas, melainkan membuka akses agar karya-karya tersebut mampu menembus pasar global.

Hal tersebut disampaikan Menko Muhaimin saat mengunjungi Indonesia Marketplace dalam rangkaian MASA Singapore 2026 di Takashimaya Shopping Centre, Singapura.

Menurutnya, penyelenggaraan MASA menunjukkan bagaimana pemerintah dapat menciptakan dampak yang besar dengan berperan sebagai enabler, yaitu membuka ruang kolaborasi antara pelaku kreatif Indonesia, sektor swasta, buyer, investor, media, dan mitra internasional.

"Peran pemerintah adalah membuka jalan, bukan menghalangi inisiatif masyarakat. Cara berpikir kita juga harus berubah. Dukungan pemerintah tidak selalu diukur dari besarnya anggaran atau banyaknya program, tetapi dari seberapa banyak peluang yang berhasil dibuka bagi masyarakat," kata Menko Muhaimin, dikutip 6 Juli 2026.

Menko PM mengatakan, setelah berdialog dengan berbagai pelaku industri kreatif Indonesia, ia melihat bahwa banyak karya anak bangsa telah memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat global. Namun, tantangan terbesar sering kali bukan pada produk yang dihasilkan, melainkan sulitnya membangun koneksi dengan pasar, pembeli, investor, maupun jejaring internasional.

Oleh karena itu, pemerintah harus berperan sebagai pembuka akses dan penghubung antar pemangku kepentingan daripada mengambil alih peran pelaku usaha.

"Kalau pemerintah bekerja sendiri, yang lahir hanya program. Tetapi ketika pemerintah menghubungkan pelaku usaha, komunitas, investor, media, dan pasar, yang lahir adalah ekosistem. Dampaknya lebih besar dan berkelanjutan," jelas Menko PM.

"Pemerintah tidak harus menjadi pelaku utama. Tugas pemerintah adalah menjadi jembatan, mempertemukan orang yang tepat dengan peluang yang tepat. Ketika koneksi itu terbangun, masyarakat akan bergerak dan berkembang dengan kekuatannya sendiri," sambungnya.

Menko Muhaimin menilai model seperti MASA perlu diperluas karena menunjukkan bahwa dukungan pemerintah kepada pelaku usaha tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk anggaran atau bantuan langsung. Dalam banyak situasi, membuka akses, membangun jejaring, dan mempertemukan pelaku usaha dengan peluang strategis justru memberikan dampak yang lebih berkelanjutan.

"Kalau hanya berpameran, dampaknya sering berhenti ketika acaranya selesai. Tetapi ketika pemerintah mampu membuka akses dan membangun jejaring, manfaatnya akan terus berkembang jauh setelah kegiatan itu berakhir. Inilah cara pemerintah menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat," katanya.

Menko Muhaimin berharap semakin banyak inisiatif serupa yang membuka ruang bagi brand Indonesia untuk berkembang di pasar internasional. Menurutnya, keberhasilan pemerintah ke depan tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dijalankan, tetapi dari semakin banyaknya peluang yang berhasil dibuka bagi masyarakat.

x|close