Ntvnews.id
Pernyataan tersebut disampaikan setelah tercapainya kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran yang membuka jalan menuju perdamaian dan deeskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Menurut Trump, perkembangan positif tersebut berpotensi memberikan dampak besar terhadap stabilitas ekonomi global, terutama di sektor energi dan pasar keuangan.
Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menjelang penyelenggaraan KTT G7 di Prancis, Trump menyampaikan optimismenya terhadap masa depan kawasan Timur Tengah.
"Saya kira banyak hal luar biasa yang akan terjadi di kawasan Timur Tengah; yang paling penting adalah harga minyak turun signifikan dan pasar saham melesat naik seperti roket hari ini," kata Trump, dikutip Selasa, 16 Juni 2026.
Baca Juga: Donald Trump Sebut Kesepakatan Damai AS-Iran Dijadwalkan Ditandatangani Hari Ini
Ia menilai perdamaian antara Washington dan Teheran dapat mendorong penurunan harga minyak dunia sekaligus meningkatkan kepercayaan investor di pasar global.
Trump juga mengungkapkan bahwa draf nota kesepahaman antara kedua negara diperkirakan akan segera dipublikasikan setelah proses penandatanganan resmi yang dijadwalkan berlangsung di Swiss pada 19 Juni mendatang.
Dalam kesepakatan awal tersebut, Selat Hormuz disebut akan kembali beroperasi sebagai jalur pelayaran internasional tanpa pungutan biaya tambahan selama masa transisi.
Jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab itu memiliki peran vital dalam distribusi energi global. Sebelum konflik memanas, sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati perairan tersebut.
Sebuah kapal menunggu untuk melewati Selat Hormuz. ANTARA/Shady Alassar - Anadolu Agency/pri. (Antara)
Pembukaan kembali Selat Hormuz dinilai menjadi langkah penting untuk memulihkan rantai pasok energi internasional yang sempat terganggu akibat ketegangan geopolitik. Meski kesepakatan awal telah tercapai, kedua negara masih akan menjalani tahap negosiasi teknis selama 60 hari ke depan.
Dalam periode tersebut, berbagai isu strategis akan dibahas lebih mendalam, termasuk program nuklir Iran, mekanisme pengawasan internasional, hingga implementasi komitmen yang tertuang dalam nota kesepahaman.
Wakil Presiden AS, J. D. Vance, akan tetap memimpin tim perunding dari pihak Amerika Serikat selama proses pembahasan berlangsung. Meski ada kemajuan diplomatik, pemerintah AS belum berencana mengurangi kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah dalam waktu dekat.
Seorang pejabat senior Amerika Serikat menyatakan bahwa pasukan yang telah ditempatkan sejak awal tahun akan tetap siaga selama proses negosiasi berlangsung. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh poin kesepakatan dapat dijalankan sesuai komitmen yang telah disepakati kedua pihak.
Pemulihan akses pelayaran melalui Selat Hormuz dipandang sebagai kabar baik bagi pasar energi internasional. Selama periode penutupan dan pembatasan lalu lintas maritim, harga minyak dan gas mengalami tekanan akibat kekhawatiran terhadap gangguan pasokan global. Kondisi tersebut juga memicu kekhawatiran inflasi di sejumlah negara.
Dengan terbukanya kembali jalur perdagangan utama tersebut, pasar berharap harga energi dapat kembali stabil dan risiko gangguan distribusi minyak dunia berkurang secara signifikan.
Trump mengonfirmasi bahwa upacara penandatanganan resmi kesepakatan akan berlangsung di Swiss pada pekan ini. Ia menyebut J.D. Vance akan mewakili Amerika Serikat dalam agenda tersebut.
Sementara itu, pemerintah AS mengindikasikan rincian lebih lengkap mengenai nota kesepahaman dengan Iran kemungkinan akan diumumkan dalam 24 hingga 48 jam mendatang.
(Sumber: Antara)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Antara)