Ramai-ramai Organisasi Kampus Unpam hingga UNJ Bantah Terlibat Aliansi BEM Bersatu

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Jun 2026, 16:28
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Aliansi BEM Fakultas Bersatu yang Menentang Tiyo Aliansi BEM Fakultas Bersatu yang Menentang Tiyo (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Sejumlah organisasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi membantah keterlibatan mereka dalam aliansi yang menamakan diri BEM Bersatu. Bantahan itu muncul setelah aliansi tersebut menjadi sorotan publik karena melontarkan tudingan adanya jaringan politik di balik aksi yang dilakukan mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto.

BEM Bersatu sebelumnya memperkenalkan diri sebagai aliansi yang beranggotakan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah kampus. Nama-nama yang disebut tergabung di dalamnya antara lain Wildan Ricky yang mengaku sebagai Ketua BEM Fakultas Hukum Unisia, Muhammad Yani dari BEM Fakultas Hukum UIJ, Ardi Zulkifly yang disebut sebagai Ketua BEM FISIP Universitas Nasional (Unas), Ardiansyah dari BEM Institut Al-Aqidah, Ahmad Ghazy dari BEM Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), serta Alfi yang mengklaim sebagai Ketua BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang (Unpam).

Selain itu, terdapat nama Rahmat Djimbula yang mengaku sebagai Ketua BEM Hukum Universitas Insan Cita Indonesia (UICI), Dicky dari BEM Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial Universitas Indraprasta PGRI (Unindra), Ahmad dari BEM Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), serta Rezky Anandar dari BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Manajemen Administrasi Institut STIAMI.

Aliansi BEM Bersatu menjadi perhatian setelah menyatakan bahwa mobil yang digunakan Tiyo Ardianto diduga terdaftar atas nama Siti Nuraini, yang disebut sebagai adik dari Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) Setyo Sularso. Nama Setyo kemudian dikaitkan sebagai besan Jenderal TNI (Purnawirawan) Andhika Perkasa, yang juga merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan pernah masuk dalam tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.

Aliansi tersebut juga menyoroti agenda bertajuk Dialog Nasional Kebangsaan yang dijadwalkan berlangsung di salah satu hotel di Bandung pada Kamis, 18 Juni 2026. Forum itu disebut akan dihadiri oleh Tiyo Ardianto, Setyo Sularso, dan sejumlah tokoh lainnya.

Baca Juga: Verifikasi Penerima Program Bedah Rumah Tembus 300 Ribu Unit

Namun, setelah pernyataan itu beredar, sejumlah organisasi mahasiswa justru menyampaikan klarifikasi dan membantah keterlibatan mereka dalam BEM Bersatu.

BEM Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika menegaskan tidak pernah menghadiri maupun mengirimkan perwakilan dalam aliansi tersebut. Organisasi itu juga menyatakan tidak memiliki pengurus, anggota, maupun ketua bernama Ahmad seperti yang diklaim oleh BEM Bersatu.

“BEM FTI UBSI tidak pernah memberikan mandat kepada pihak manapun untuk mewakili organisasi dalam kegiatan tersebut,” demikian tulis pernyataan mereka dalam akun Instagram @bemftiubsi, Rabu, 17 Juni 2026.

Bantahan serupa disampaikan BEM Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta. Mereka menyebut identitas organisasinya telah dicatut melalui pencantuman nama Ahmad Ghazy sebagai bagian dari aliansi BEM Bersatu.

Menurut BEM Fakultas Psikologi UNJ, Ahmad Ghazy merupakan alumni angkatan 2020 dan tidak lagi menjadi bagian dari kepengurusan maupun anggota organisasi pada tahun ini.

Baca Juga: Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Hambalang, Ini yang Dibahas

“Tindakan maupun pandangan yang disampaikan merupakan tanggung jawab pribadi pihak tersebut,” kata mereka dalam akun Instagram @bemfpsiunj.

Sementara itu, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nasional juga memberikan klarifikasi terkait nama Ardy Zulkifly yang mengklaim sebagai ketua BEM di fakultas tersebut. Dalam pernyataan resminya, pihak fakultas menegaskan bahwa tidak terdapat organisasi BEM di tingkat fakultas.

Karena itu, FISIP Unas menyatakan bahwa kehadiran Ardy Zulkifly dalam aliansi BEM Bersatu sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi dan tidak mewakili institusi.

“(Dia) tidak memiliki kapasitas kelembagaan untuk mewakili FISIP Universitas Nasional berdasarkan jabatan dimaksud,” demikian keterangannya.

Di tengah polemik tersebut, Tiyo Ardianto memilih tidak menanggapi tuduhan yang diarahkan kepadanya. Mantan Ketua BEM UGM itu menyatakan lebih memilih fokus pada gerakan mahasiswa yang mengawal berbagai kebijakan pemerintah dan tidak ingin merespons tudingan yang bersifat personal.

Juru Bicara PDIP Guntur Romli juga membantah tudingan yang dilontarkan aliansi BEM Bersatu. Menurut dia, Siti Nuraini maupun Setyo Sularso yang dikaitkan dengan kepemilikan kendaraan tersebut bukan merupakan kader ataupun pengurus partai.

“Menghubungkan kepemilikan kendaraan milik warga sipil, lalu ditarik ke hubungan persaudaraan, kemudian ditarik lagi ke hubungan besan untuk melompat pada kesimpulan bahwa PDIP berada di balik aksi mahasiswa adalah sesat pikir yang nyata,” kata dia dalam keterangannya pada Rabu, 17 Juni 2026.

Baca Juga: Menhut Luncurkan DSS Jaga Rimba untuk Perkuat Tata Kelola Hutan Berbasis Data

Guntur menegaskan PDIP tidak memiliki keterkaitan dengan aksi penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis.

“Itu adalah fitnah yang tidak berdasar, absurd, dan mencederai integritas gerakan moral mahasiswa,” ujar Guntur.

Ia juga membantah anggapan bahwa forum Dialog Nasional Kebangsaan yang dijadwalkan dihadiri Tiyo Ardianto dan Setyo Sularso merupakan agenda yang diselenggarakan oleh PDIP. Menurutnya, kehadiran tokoh-tokoh dalam sebuah forum diskusi merupakan hak konstitusional warga negara dan tidak bisa serta-merta dianggap sebagai bentuk mobilisasi partai politik terhadap gerakan mahasiswa.

Menurut Guntur, tudingan BEM Bersatu yang menyebut gerakan mahasiswa ditunggangi partai politik justru merendahkan independensi dan daya kritis mahasiswa.

“Mahasiswa bergerak karena panggilan nurani dan analisis kritisnya terhadap kebijakan negara yang dirasa menyentuh hajat hidup rakyat,” ujar dia.

x|close