Taiwan Buka Kanal Intelijen untuk Warga China, Beijing Ancam Lakukan Balasan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Jun 2026, 06:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
China Taiwan China Taiwan (Istimewa)

Ntvnews.id, Beijing - Taiwan meluncurkan sebuah situs yang mengajak warga negara China untuk membagikan informasi intelijen terkait Beijing. Langkah tersebut memicu reaksi keras dari pemerintah China.

Dikutip dari AFP, Kamis, 18 Juni 2026, otoritas di Taipei mengundang warga China yang disebut memiliki pandangan demokratis sejalan dengan Taiwan untuk berpartisipasi dalam pelaporan informasi mengenai pemerintah Beijing.

Hubungan kedua pihak masih diwarnai ketegangan karena China menganggap Taiwan yang berpemerintahan demokratis sebagai bagian dari wilayahnya. Beijing juga berulang kali menyatakan tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan untuk mengambil alih pulau tersebut.

Di sisi lain, Taiwan menuduh China menjalankan aktivitas spionase dan infiltrasi guna melemahkan sistem pertahanan mereka. Dalam konteks itu, Biro Keamanan Nasional Taiwan (NSB) pada Senin, 15 Juni 2026, memperkenalkan platform pelaporan baru tersebut melalui video promosi berdurasi satu menit yang dibuat dengan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Video tersebut menampilkan sosok pegawai negeri sipil China yang menyaksikan rekan-rekannya diberhentikan dari pekerjaan dan menjadi objek penyelidikan.

Baca Juga: Pesawat Latih Militer Taiwan Jatuh, 2 Pilot Tewas

"Mencerminkan suasana yang meluas bahwa semua orang berada dalam situasi tegang di bawah rezim totaliter China," demikian penggalan video promosi situs web yang diluncurkan NSB tersebut.

NSB menyatakan bahwa jumlah individu yang menghubungi lembaga-lembaga di Taiwan untuk memberikan berbagai informasi terus bertambah. Lembaga itu juga menyebut mekanisme pelaporan yang digunakan mengacu pada praktik yang diterapkan badan intelijen di Amerika Serikat, Inggris, dan Israel.

Selain itu, NSB menegaskan setiap laporan yang masuk akan melalui proses penyaringan, evaluasi, serta tindak lanjut secara ketat dengan bantuan teknologi.

Peluncuran situs tersebut langsung menuai kecaman dari Beijing. Media pemerintah China, CCTV, melaporkan bahwa Juru Bicara Kantor Urusan Taiwan, Chen Binhua, menilai platform tersebut merusak hubungan antara kedua wilayah dan mencerminkan "pola pikir konfrontatif yang terus-menerus" dari Partai Progresif Demokratik yang saat ini berkuasa di Taiwan.

Arsip foto - Seorang pengunjuk rasa memegang bendera nasional Taiwan saat bendera AS berkibar di latar belakang selama demonstrasi untuk merayakan Hari Nasional Taiwan di Tsim Sha Tsui, Hong Kong, China (10/10/2019). (ANTARA/REUTERS/Athit Perawongmet <b>(Antara)</b> Arsip foto - Seorang pengunjuk rasa memegang bendera nasional Taiwan saat bendera AS berkibar di latar belakang selama demonstrasi untuk merayakan Hari Nasional Taiwan di Tsim Sha Tsui, Hong Kong, China (10/10/2019). (ANTARA/REUTERS/Athit Perawongmet (Antara)

"Kami mengutuk keras tindakan ini dan akan mengambil tindakan balasan yang tegas," kata Chen dalam pernyataannya.

Ia juga memperingatkan warga China yang memberikan informasi intelijen kepada lembaga-lembaga Taiwan dapat menghadapi konsekuensi hukum.

Menurut Chen, seluruh elemen masyarakat China memiliki kewajiban untuk menjaga keamanan negara.

"Warga negara China, partai politik, organisasi masyarakat, perusahaan, institusi publik, dan organisasi sosial lainnya semuanya memikul tanggung jawab dan kewajiban untuk menjaga keamanan nasional," ujar Chen.

x|close