A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property 'name' of non-object

Filename: libraries/Article_lib.php

Line Number: 457

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/Article_lib.php
Line: 457
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 42
Function: meta

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property 'id' of non-object

Filename: libraries/Article_lib.php

Line Number: 458

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/Article_lib.php
Line: 458
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 42
Function: meta

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property 'name' of non-object

Filename: libraries/Article_lib.php

Line Number: 491

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/Article_lib.php
Line: 491
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 53
Function: author

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property 'name' of non-object

Filename: libraries/Article_lib.php

Line Number: 457

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/Article_lib.php
Line: 457
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 71
Function: meta

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property 'id' of non-object

Filename: libraries/Article_lib.php

Line Number: 458

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/Article_lib.php
Line: 458
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 71
Function: meta

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property 'name' of non-object

Filename: controllers/Read.php

Line Number: 91

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 91
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property 'id' of non-object

Filename: controllers/Read.php

Line Number: 92

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 92
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

BPOM Kawal Pengembangan Biosimilar dan Ekspansi Ekspor Industri di Sidoarjo - Ntvnews.id

BPOM Kawal Pengembangan Biosimilar dan Ekspansi Ekspor Industri di Sidoarjo

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Jun 2026, 19:10
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
epala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar (paling kanan) dalam kunjungan kerja ke Sidoarjo. epala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar (paling kanan) dalam kunjungan kerja ke Sidoarjo. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memantau perkembangan industri obat dan pangan nasional melalui kegiatan monitoring dan evaluasi, termasuk pengembangan teknologi biosimilar serta perluasan pasar ekspor produk pangan olahan di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan kunjungannya ke PT Bernofarm dan PT Sekar Laut Tbk merupakan bagian dari komitmen lembaganya dalam menjalankan fungsi pengawasan untuk melindungi masyarakat sekaligus mendukung kemandirian industri farmasi dan ketahanan pangan nasional agar mampu bersaing di pasar internasional.

"BPOM secara resmi telah menerbitkan Sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) bagi fasilitas drug substance dan drug product produk uji klinik biosimilar PT Bernofarm," katanya di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.

Taruna menjelaskan bahwa penerbitan sertifikat tersebut dilakukan melalui sistem pengawasan yang ketat, mulai dari tahap pra-pasar (pre-market) hingga pasca-pasar (post-market), guna memastikan keamanan dan mutu produk yang dihasilkan.

Menurutnya, pengawasan yang dilakukan regulator bukan bertujuan menghambat investasi atau pengembangan industri, melainkan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan usaha.

"Tugas kami itu memastikan bahwa betul-betul semua prosedur standar terjalankan. Pengawasan ini bukan untuk mempersulit, tetapi untuk melindungi. Kalau terjadi kesalahan di kemudian hari, investasi ratusan miliar bisa habis dan masyarakat yang menjadi korban. Makanya, kami tidak main-main dalam mengawal," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Bernofarm Haryanto Poedjianto menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan BPOM. Ia menilai dukungan tersebut sangat membantu perusahaan dalam mengembangkan fasilitas produksi biosimilar, terlebih BPOM kini telah memperoleh status global WHO-Listed Authority (WLA) yang dinilai dapat meningkatkan kepercayaan pasar internasional.

"Terima kasih Prof. Taruna atas dukungannya sejak tahun lalu hingga saat ini berkenan meninjau langsung perkembangan fasilitas kami. Kami juga sangat bersyukur bulan lalu telah mendapatkan sertifikat CPOB produk biosimilar untuk skala uji klinik. Ini adalah kemajuan besar bagi kami untuk melangkah ke tahap berikutnya," ujar Haryanto.

Selain meninjau industri farmasi, BPOM juga melakukan monitoring di fasilitas produksi pangan olahan milik PT Sekar Laut Tbk. Perusahaan tersebut dikenal sebagai produsen kerupuk dengan kapasitas produksi mencapai 25 ton per hari dan telah memiliki sembilan sertifikat Izin Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (IP CPPOB).

Taruna mengungkapkan bahwa produk PT Sekar Laut telah dipasarkan ke lebih dari 30 negara dan sejak Agustus 2025 memperoleh persetujuan dari Saudi Food and Drug Authority (SFDA).

Dalam kunjungan tersebut, BPOM melakukan inspeksi langsung ke seluruh lini produksi untuk memastikan tidak terdapat potensi kontaminasi fisik maupun kimia yang dapat membahayakan konsumen. Menurut Taruna, kegiatan monitoring dan evaluasi menjadi kewajiban regulator untuk menjaga kesehatan masyarakat sekaligus mendukung keberlangsungan industri nasional.

"Latar belakang kami jelas, memastikan keamanan, memastikan kualitas dalam perlindungan masyarakat dari pre-market sampai post-market. Surat keterangan ekspor itu semua bukan sekadar stempel. Itu jaminan. Monitoring evaluasi wajib hukumnya bagi kami. Supaya bukan hanya melindungi masyarakat, tapi melindungi industri juga," jelas Taruna Ikrar mengenai kunjungannya.

Senior Manager PT Sekar Laut Tbk Bambang turut mengapresiasi perubahan layanan BPOM yang kini lebih digital, transparan, dan mengedepankan pendekatan berbasis sains atau science-based regulation.

Menurutnya, transformasi tersebut mampu memangkas proses birokrasi dan memudahkan pelaku usaha dalam mengurus berbagai kebutuhan perizinan, termasuk untuk ekspor.

"BPOM bagi kami merupakan mitra strategis, terutama 2 tahun lalu saat kami mengurus approval number ke Arab Saudi. Berkat bantuan BPOM, izin tersebut bisa segera terbit. Alhamdulillah, sekarang sistemnya sudah berbasis online, pelayanan BPOM menunjukkan progres yang sangat bagus," kata Bambang.

Melalui rangkaian kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, BPOM menegaskan bahwa pengawasan yang mengacu pada standar internasional dapat berjalan seiring dengan upaya memperkuat daya saing industri nasional dan menjaga perlindungan kesehatan masyarakat.

"Kehadiran BPOM ke fasilitas produksi obat dan makanan ini sekaligus memastikan produk karya anak bangsa aman dikonsumsi di dalam negeri, juga memiliki daya saing tinggi di kancah internasional," ujarnya.

(Sumber: Antara)

x|close