Surat Rahasia Mojtaba Khamenei Bocor, isinya Soal Perpecahan Elite Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Jun 2026, 07:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei. ANTARA/Xinhua/aa. Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei. ANTARA/Xinhua/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Kebocoran korespondensi rahasia yang disebut ditulis Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, memunculkan dugaan adanya perbedaan pandangan di kalangan elite pemerintahan Iran terkait kesepakatan dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.

Dilansir dari The  Guardian, Selasa, 23 Juni 2026, menyebut informasi mengenai surat tersebut pertama kali mencuat setelah mantan anggota tim negosiasi Iran pada putaran awal perundingan di Islamabad, Mahmoud Nabavian, mengaku telah membaca isi korespondensi rahasia tersebut.

Nabavian, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Keamanan Nasional Iran, menyampaikan pengakuan itu dalam sebuah wawancara yang disiarkan secara langsung oleh televisi nasional Iran.

Dalam penjelasannya, Nabavian mengatakan bahwa Khamenei menilai tim negosiasi Iran telah melampaui batas mandat yang diberikan kepada mereka selama proses perundingan.

Namun, sebelum ia menyelesaikan keterangannya mengenai isi surat tersebut, siaran wawancara mendadak dihentikan di tengah berlangsungnya program.

Nabavian kini menghadapi ancaman proses hukum serta kemungkinan dicopot dari keanggotaannya di parlemen akibat mengungkap isi surat yang diklaim bersifat sangat rahasia.

Tak lama setelah wawancara yang telah disensor itu berakhir, rekaman siaran dilaporkan dihapus dari arsip resmi. Pada saat yang sama, seorang pejabat senior di lembaga penyiaran negara juga disebut mengundurkan diri dari jabatannya.

Baca Juga: Mojtaba Khamenei Sebut Trump Putus Asa Kejar Kesepakatan Damai dengan Iran

Pernyataan Nabavian segera mendapat bantahan dari juru bicara tim perunding Iran. Pihak tersebut menyebut informasi yang disampaikan merupakan isu lama yang telah dipelintir sehingga menimbulkan kesalahpahaman.

Televisi pemerintah Iran bahkan menyatakan bahwa komentar Nabavian merupakan "bukti adanya pelanggaran hukum dan layak diproses secara hukum".

Di sisi lain, sejumlah tokoh yang dekat dengan kubu Mohammad Bagher Ghalibaf, yang saat ini memimpin perundingan Iran di Swiss, mendesak agar pihak yang membocorkan informasi tersebut segera diusut dan diidentifikasi.

Sementara itu, kelompok reformis dan sentris di Iran selama ini menuduh lembaga penyiaran negara, Islamic Republic of Iran Broadcasting, lebih berpihak kepada kelompok garis keras yang bernaung di bawah Front Stabilitas (Paydari), yang juga dikenal memiliki kedekatan dengan Nabavian.

Insiden kebocoran surat ini tidak hanya membuka potret ketegangan di lingkaran kekuasaan Iran, tetapi juga menunjukkan bahwa Mojtaba Khamenei diduga memiliki peran yang jauh lebih besar dalam proses negosiasi dibandingkan yang selama ini diketahui publik.

Foto yang dirilis ini, diambil di Teheran pada 30 Oktober 2024, menunjukkan Mojtaba Khamenei, putra dari pemimpin tertinggi Iran yang telah terbunuh, Ayatollah Ali Khamenei. (Kantor Pemimpin Tertinggi / AFP) <b>(Times of Israel)</b> Foto yang dirilis ini, diambil di Teheran pada 30 Oktober 2024, menunjukkan Mojtaba Khamenei, putra dari pemimpin tertinggi Iran yang telah terbunuh, Ayatollah Ali Khamenei. (Kantor Pemimpin Tertinggi / AFP) (Times of Israel)

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Khamenei secara langsung memberikan instruksi kepada tim negosiasi agar tidak membuat konsesi terkait program nuklir Iran maupun kebijakan penerapan biaya bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Sejak menduduki posisi pemimpin tertinggi, Mojtaba Khamenei diketahui belum pernah tampil secara terbuka di hadapan publik maupun menyampaikan pesan dalam bentuk audio. Sebagian besar arah kebijakannya disampaikan melalui surat atau pernyataan tertulis.

Sejumlah laporan juga mengungkap bahwa tim negosiasi Iran pernah menunggu hingga dua pekan untuk memperoleh petunjuk mengenai kelanjutan pembicaraan. Selain itu, Khamenei disebut beberapa kali mengirimkan pertanyaan-pertanyaan rinci kepada para negosiator sebelum keputusan penting diambil.

Kebocoran surat tersebut kini menjadi sorotan karena dinilai memperlihatkan dinamika internal pemerintahan Iran sekaligus mengungkap perbedaan pandangan mengenai arah hubungan dengan Amerika Serikat dan masa depan proses negosiasi yang tengah berlangsung.

x|close