Ntvnews.id, Ilam - Kementerian Intelijen Iran mengumumkan penangkapan 17 orang yang dituduh sebagai "tentara bayaran pengkhianat" yang bekerja untuk Amerika Serikat dan Israel. Penindakan tersebut dilakukan dalam operasi keamanan di wilayah Provinsi Ilam, Iran bagian barat.
Menurut pernyataan resmi kementerian yang dikutip kantor berita IRNA, penangkapan dilakukan setelah aparat memperoleh hasil pemantauan intelijen serta laporan dari masyarakat.
Dari total orang yang diamankan, tiga di antaranya disebut sebagai pemimpin lapangan jaringan sabotase yang beroperasi di Provinsi Ilam.
Baca Juga: Di Tengah Ancaman Trump, Presiden Iran Tegaskan Hak Bela Diri
Kementerian Intelijen Iran menuduh para tersangka terlibat dalam berbagai aktivitas yang dinilai mengancam keamanan negara. Aktivitas tersebut mencakup tindakan perusakan dan pembakaran fasilitas publik, aksi penembakan, perekaman video, hingga berbagai kegiatan simbolik yang bertujuan menciptakan rasa takut dan teror di tengah masyarakat.
Dalam penggeledahan yang dilakukan terhadap para tersangka, aparat menemukan sejumlah barang bukti berupa tiga blok bahan peledak TNT, satu pucuk senapan Kalashnikov, satu granat, serta beberapa senjata tajam termasuk golok.
Baca Juga: Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Ketegangan Timur Tengah Memanas Usai Serangan Israel di Lebanon
Selain tiga orang yang disebut sebagai pemimpin jaringan, sebanyak 14 tersangka lainnya turut diamankan karena diduga menjadi bagian dari kelompok sabotase tersebut.
Hingga kini, otoritas Iran belum mengungkap identitas para tersangka. Pemerintah juga belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai proses hukum yang akan ditempuh terhadap mereka.
(Sumber: ANTARA)
Ilustrasi - Siluet tentara dengan latar belakang bendera Iran dan bendera Israel (Antara)