Prabowo: NU Selalu Jadi Penjaga Stabilitas Bangsa di Masa Sulit

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Jun 2026, 04:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto Prabowo Subianto (Istimewa)

Ntvnews.id, Bangkalan - Presiden RI Prabowo Subianto meyakini Nahdlatul Ulama (NU) akan terus menjadi kekuatan moral dan sosial yang berperan positif dalam menjaga persatuan, stabilitas, serta kehidupan masyarakat Indonesia.

Hal itu disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri Penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama Tahun 2026 di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa, 23 Juni 2026.

Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa NU memiliki rekam jejak panjang dalam menjaga bangsa, terutama ketika Indonesia menghadapi berbagai tantangan dan masa-masa sulit.

"Keluarga besar NU selalu tampil di saat bangsa Indonesia dalam keadaan sulit. Keluarga besar NU adalah faktor stabilisator. Faktor yang bisa membuat aman bangsa dan negara," ujar Prabowo.

Menurutnya, peran NU tidak hanya terbatas sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga menjadi pilar penting yang menjaga ketenteraman dan keharmonisan kehidupan berbangsa.

"Karena itu saya yakin dan percaya bahwa NU akan selalu punya peranan yang positif, yang baik untuk bangsa dan negara. NU organisasi para kiai, para ulama," katanya.

Prabowo menilai kedekatan para kiai dan ulama dengan masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama NU.

Kedekatan tersebut membuat para tokoh agama memahami secara langsung kondisi, kebutuhan, dan aspirasi rakyat, terutama masyarakat di pedesaan.

Baca Juga: Prabowo Geram Kecurangan Pengusaha, Sebut Negara Rugi Hingga Rp15 Ribu Triliun

"Para kiai dan para ulama menurut saya, tokoh-tokoh yang paling dekat dengan rakyat. Paling dekat, apalagi dengan rakyat di pedesaan. Karena itu para kiai, para ulama paham, mengerti apa yang dirasakan rakyat," ungkapnya.

Presiden juga menegaskan bahwa para ulama memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat lapisan bawah.

Menurutnya, hubungan yang erat antara ulama, pemerintah, aparat keamanan, dan rakyat merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas nasional.

"Para kiai dan para ulama merasakan apa yang dirasakan rakyat paling bawah. Karena itu ada suatu perkembangan alamiah. Karena tentara, pejuang, polisi, dan aparat juga berasal dari rakyat.

Karena itu ulama, pemerintahan, tentara, dan kepolisian sesungguhnya paham dan mengerti perasaan rakyat," tuturnya.

Presiden Prabowo Subianto. <b>(Bakom)</b> Presiden Prabowo Subianto. (Bakom)

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan keluarga besar Nahdlatul Ulama. Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan NU sejak kecil.

"Terima kasih atas sambutan yang luar biasa. Memang saya merasa selalu nyaman di tengah-tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama. Nyaman dan aman, merasa aman," kata Prabowo.

Prabowo juga menceritakan bahwa kedekatannya dengan NU tidak terlepas dari latar belakang keluarga dan lingkungan tempat ia tumbuh. Presiden mengenang hubungan keluarganya dengan tokoh-tokoh NU, termasuk kedekatannya dengan keluarga Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Baca Juga: KSPI Tegaskan Dukungan untuk Prabowo, Said Iqbal Minta Ruang Demokrasi Tetap Dijaga

"Saya kenal keluarga besar Nahdlatul Ulama sejak kecil. Karena dulu saya bertetangga dengan keluarga Gus Dur di Jakarta. Dan eyang putri saya memang dari NU," ujarnya.

Lebih lanjut, Prabowo menilai NU merupakan organisasi keagamaan yang memiliki karakter kuat dalam menjaga semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap Tanah Air.

"Nahdlatul Ulama memang organisasi keagamaan, tapi sangat nasionalis, sangat patriotik, sangat cinta tanah air. Jadi agamis, tetapi nasionalis dan patriotik," ucapnya.

x|close