Arab Saudi Eksekusi Mati 100 Orang Sepanjang 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Jun 2026, 07:16
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Bendera Arab Saudi Bendera Arab Saudi (Arab News)

Ntvnews.id, Riyadh - Arab Saudi kembali menjadi sorotan setelah mengeksekusi mati tujuh orang dalam satu hari. Dengan tambahan tersebut, jumlah eksekusi mati di kerajaan itu sepanjang 2026 mencapai 100 orang, dengan sebagian besar kasus terkait pelanggaran narkotika.

Dilansir dari AFP, Rabu, 24 Juni 2026, lima dari tujuh orang yang dieksekusi pada Selasa, 23 Juni 2026 dijatuhi hukuman mati atas tuduhan perdagangan narkoba. Dengan demikian, jumlah terpidana yang dieksekusi karena kasus narkoba tahun ini mencapai 65 orang. Dari jumlah tersebut, 43 merupakan warga negara asing berdasarkan data resmi Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi.

Sehari sebelumnya, organisasi hak asasi manusia Amnesty International mengecam tingginya angka eksekusi yang terjadi di kerajaan tersebut.

"tonggak suram yang mengungkap penggunaan hukuman mati yang tidak bermoral dan melanggar hukum oleh pihak berwenang", demikian pernyataan Amnesty International.

Kelompok yang berbasis di London itu juga menyoroti tingginya jumlah warga negara asing yang menjadi sasaran hukuman mati dalam kasus narkoba.

"Warga negara asing telah menanggung beban terberat dari penggunaan hukuman mati yang kejam oleh Arab Saudi untuk pelanggaran terkait narkoba, seringkali setelah persidangan yang sangat tidak adil," kata kelompok hak asasi manusia yang berbasis di London tersebut.

Amnesty juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap nasib puluhan warga Ethiopia yang saat ini ditahan di Arab Saudi.

"Sangat mengkhawatirkan bahwa setidaknya 63 warga negara Ethiopia, yang ditahan di satu bangsal fasilitas penahanan Khamis Mushait di barat daya Arab Saudi, mungkin berada dalam risiko eksekusi yang segera terjadi hanya karena pelanggaran terkait narkoba," tambah pernyataan itu.

Baca Juga: Menhaj: 120 Jemaah Haji Masih Dirawat di Arab Saudi, 350 Orang Wafat

Dari total 100 orang yang telah dieksekusi sepanjang tahun ini, sebanyak 48 merupakan warga negara Arab Saudi. Selain itu, terdapat 12 warga Ethiopia, tujuh warga Pakistan, enam warga Sudan, empat warga Yaman, dan empat warga Suriah yang turut masuk dalam daftar eksekusi.

Data Amnesty International menunjukkan bahwa pada 2025 Arab Saudi mengeksekusi 356 orang, dengan 243 di antaranya terkait kasus narkoba. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak organisasi tersebut mulai mendokumentasikan praktik hukuman mati pada 1990.

Arab Saudi sendiri kembali menerapkan hukuman mati untuk pelanggaran terkait narkoba pada akhir 2022 setelah sebelumnya menangguhkan penerapannya selama sekitar tiga tahun.

Menurut Amnesty International, Arab Saudi menempati posisi ketiga negara dengan jumlah eksekusi tertinggi di dunia dalam tiga tahun terakhir, berada di bawah Tiongkok dan Iran.

Praktik hukuman mati yang terus dilakukan kerajaan Teluk tersebut telah memicu kritik dari berbagai organisasi hak asasi manusia. Mereka menilai kebijakan itu bertentangan dengan upaya Arab Saudi untuk membangun citra sebagai negara yang lebih modern dan terbuka di mata dunia.

Meski demikian, pemerintah Arab Saudi mempertahankan kebijakan tersebut dengan alasan menjaga keamanan dan ketertiban publik. Pihak berwenang menegaskan bahwa hukuman mati hanya dijatuhkan setelah seluruh proses hukum dan mekanisme banding yang tersedia telah dijalani oleh para terpidana.

x|close