Pamit Kerja di Langsa, Wanita Aceh Malah Tewas Dibunuh di Malaysia!

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Jun 2026, 12:04
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Korban pembunuhan. Ilustrasi - Korban pembunuhan. (Antara)

Ntvnews.id, Aceh - Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Aceh mengonfirmasi bahwa seorang wanita asal Aceh bernama Putri Hensy Aprilda (22), yang diduga menjadi korban pembunuhan di Malaysia, tidak tercatat dalam dokumen resmi sebagai pekerja migran Indonesia.

"Almarhumah dipastikan kerja di Malaysia lewat jalur tidak resmi atau nonprosedural," kata Kepala BP3MI Aceh Siti Rolijah saat dikonfirmasi di Banda Aceh, Selasa, 23 Juni 2026.

Kabar duka sebelumnya menyebutkan bahwa Putri Hensy Aprilda (22), pekerja migran asal Gampong Alur Manis, Kabupaten Aceh Tamiang, ditemukan meninggal dunia bersama bayinya pada awal Juni 2026. Keduanya diduga kuat menjadi korban pembunuhan di kawasan Sepang, Selangor, Malaysia.

Menurut Siti, kepastian mengenai status nonprosedural almarhumah didapatkan setelah pihaknya melakukan pemeriksaan menyeluruh pada basis data ketenagakerjaan Indonesia.

PMI Asal Aceh Tamiang dan Bayinya Meninggal di Malaysia, Diduga Korban Pembunuhan

"BP3MI Aceh melakukan pengecekan data almarhumah di aplikasi Sistem Komputerisasi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan data yang bersangkutan tidak ditemukan," ujarnya.

Pihak Keluarga Mengira Korban Bekerja di Aceh

Di samping melacak status keimigrasian korban, BP3MI Aceh lewat tim P4MI Aceh Tamiang yang bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Aceh Tamiang telah mendatangi rumah kediaman keluarga almarhumah.

Dari kunjungan tersebut, pihak keluarga membeberkan bahwa mereka sudah hampir dua tahun kehilangan kontak dan tidak berjumpa dengan almarhumah. Selama rentang waktu itu, keluarga justru mengira korban bekerja di wilayah Aceh.

"Selama ini diketahui keluarga bahwa almarhumah bekerja di Langsa (Aceh)," katanya.

Baca Juga:WNI Tewas Ditikam Sesama WNI di Jepang, Polisi Hokkaido Selidiki Motif Pembunuhan

Dugaan Kekerasan Agen dan Rencana Pemulangan Jenazah

Berdasarkan laporan yang masuk, meninggalnya korban diduga akibat dari penganiayaan fisik yang dilakukan oleh seorang agen di Malaysia.

Kendati demikian, motif di balik aksi kekerasan tersebut masih diselidiki lebih lanjut oleh aparat penegak hukum di Malaysia. Kepastian penyebab utama kematian korban masih menunggu rilis resmi dari pihak perwakilan Republik Indonesia.

"Saat ini kasusnya ditangani oleh Kepolisian Malaysia dan KBRI Kuala Lumpur," katanya.

Mengenai kepulangan korban, Siti menyebutkan bahwa jasad almarhumah diagendakan bakal dipulangkan ke kampung halamannya di Aceh pada hari Rabu, 24 Juni 2026. Semua urusan pemulangan tersebut diurus dengan bantuan perwakilan RI serta komunitas masyarakat Aceh yang berada di Malaysia.

"Penyiapan pemulangan jenazah ke tanah air dibantu oleh perwakilan RI dan komunitas warga Aceh di Malaysia. Insyaallah dijadwalkan Rabu, 24 Juni 2026," ujar Siti Rolijah.

(Sumber: Antara)

x|close