Denmark Kerahkan Wajib Militer ke Greenland yang Diincar AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Jun 2026, 08:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Foto yang diambil pada 19 Oktober 2024 ini menunjukkan pemandangan Nuuk, ibu kota Greenland, wilayah Denmark yang berpemerintahan sendiri. Foto yang diambil pada 19 Oktober 2024 ini menunjukkan pemandangan Nuuk, ibu kota Greenland, wilayah Denmark yang berpemerintahan sendiri. (Antara)

Ntvnews.id, Denmark - Pemerintah Denmark mengumumkan rencana pengerahan personel wajib militer ke Greenland, wilayah otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark dan belakangan menjadi perhatian Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Menteri Pertahanan Denmark, Jeppe Bruus, menjelaskan bahwa para wajib militer akan ditempatkan bersama prajurit profesional dan terlibat langsung dalam berbagai tugas yang dijalankan militer.

"Wajib militer akan dikerahkan bersama tentara profesional dan akan berpartisipasi penuh dalam semua misi," kata Bruus dalam jawaban tertulisnya atas pertanyaan parlemen, seperti dikutip dari AFP, Kamis, 25 Juni 2026.

Sebelumnya, stasiun televisi Denmark, TV2, melaporkan bahwa militer Denmark tengah mempertimbangkan pengiriman wajib militer ke Greenland. Langkah tersebut dilakukan di tengah peningkatan kehadiran militer Denmark di wilayah Arktik itu sebagai respons terhadap tekanan yang datang dari Amerika Serikat.

Ketegangan terkait Greenland meningkat setelah Wakil Presiden AS, JD Vance, tahun lalu menuduh Denmark kurang memberikan perhatian terhadap keamanan wilayah Arktiknya yang luas.

Baca Juga: Ratusan Warga Greenland Demo Tolak Pembukaan Konsulat AS

Situasi semakin memanas ketika Trump sempat mengancam akan mencaplok Greenland dengan alasan menjaga kepentingan keamanan nasional AS. Namun belakangan, Trump melunakkan pernyataannya dengan mengungkapkan bahwa dirinya telah mencapai sebuah kesepakatan "kerangka kerja" terkait Greenland bersama Sekretaris Jenderal NATO, meski tanpa menjelaskan rincian isi kesepakatan tersebut.

Pada tahun lalu, Denmark memperpanjang masa wajib militer menjadi 11 bulan dan membuka kesempatan bagi perempuan untuk mengikuti program tersebut. Kebijakan itu diambil sebagai respons terhadap situasi keamanan Eropa yang dipengaruhi perang di Ukraina.

Bruus menjelaskan bahwa perpanjangan masa dinas bertujuan meningkatkan kesiapan personel untuk mendukung operasi militer.

"para wajib militer dilatih agar dapat berpartisipasi dalam pelaksanaan misi angkatan bersenjata," kata Bruus.

Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen (kiri, di atas salju) terlihat saat demonstrasi menentang tindakan dan pernyataan AS yang mengisyaratkan kontrol atas Greenland di Nuuk, ibu kota Greenland, wilayah otonom Denmark, 17 Januari 2026. ANTA <b>(Antara)</b> Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen (kiri, di atas salju) terlihat saat demonstrasi menentang tindakan dan pernyataan AS yang mengisyaratkan kontrol atas Greenland di Nuuk, ibu kota Greenland, wilayah otonom Denmark, 17 Januari 2026. ANTA (Antara)

Terkait penugasan di Greenland, ia menegaskan bahwa para wajib militer akan menjalankan tugas-tugas yang tidak memerlukan pelatihan khusus dalam jangka waktu panjang.

"para wajib militer akan ditugaskan untuk tugas-tugas yang tidak memerlukan pelatihan khusus yang lebih lama," imbuhnya.

Meski demikian, pemerintah Denmark belum mengungkapkan jadwal pasti kedatangan para wajib militer ke Greenland maupun jumlah personel yang akan ditempatkan di wilayah tersebut.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya Denmark memperkuat kehadiran dan pengawasan di Greenland, yang memiliki posisi strategis di kawasan Arktik dan semakin menjadi perhatian dalam persaingan geopolitik global.

x|close