Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat transformasi Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, agar mampu menembus jajaran 10 bandara terbaik dunia pada tahun 2029.
Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri mengenai Penguatan Tata Kelola Ekosistem Kebandarudaraan di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.
Menurut AHY, cita-cita menjadikan Bandara Soekarno-Hatta sebagai bandara kelas dunia telah menjadi agenda pemerintah sejak pembahasan yang dilakukan dalam rapat koordinasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada Januari 2025.
"Beberapa bulan yang lalu kita membahas tentang semangat kita untuk menjadikan Bandara Soekarno-Hatta sebagai top 10. 10 bandara terbaik di dunia pada tahun 2029. Dan tentu harus diikuti dengan penguatan aksesibilitasnya," kata AHY saat membuka rapat tersebut.
Ia menjelaskan bahwa target tersebut hanya dapat dicapai melalui langkah nyata yang melibatkan berbagai pihak. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk memastikan peningkatan layanan, pengembangan infrastruktur, serta tata kelola bandara berjalan secara konsisten dan terukur.
AHY menilai Bandara Internasional Soekarno-Hatta memiliki peluang besar untuk mencapai target tersebut. Hal itu didukung oleh peningkatan kualitas layanan dan perbaikan posisi peringkat bandara yang terus menunjukkan tren positif dibandingkan sejumlah bandara internasional lainnya.
Baca Juga: Menko AHY Siapkan Strategi Baru Hadapi Banjir Rob dan Penurunan Tanah di Pantura
Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah meminta Kementerian Perhubungan melakukan evaluasi terhadap berbagai regulasi, termasuk yang berkaitan dengan pengaturan slot penerbangan dan aspek operasional kebandarudaraan.
Selain evaluasi regulasi, pemerintah juga mendorong penyusunan aturan baru yang dapat memberikan ruang kewenangan lebih luas kepada operator bandara. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan fleksibilitas serta efektivitas pengelolaan layanan penerbangan nasional.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (tengah), Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (kiri), Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya (kanan) dalam Rapat Koordinasi Tingkat Men (Antara)
Pemerintah juga tengah mengkaji penguatan konektivitas menuju Bandara Soekarno-Hatta melalui penerapan kebijakan antarmoda. Dengan demikian, akses menuju bandara diharapkan menjadi lebih mudah, cepat, dan nyaman bagi masyarakat.
Transformasi yang dilakukan tidak hanya menyasar aspek pelayanan, tetapi juga pengembangan infrastruktur yang dijalankan oleh Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) selaku pengelola utama Bandara Soekarno-Hatta.
Di sisi lain, penerapan sistem digital terus diperluas melalui integrasi berbagai platform pelaporan dan deklarasi. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna jasa bandara.
AHY optimistis berbagai langkah yang telah dijalankan akan mempercepat terwujudnya Bandara Soekarno-Hatta sebagai pusat konektivitas penerbangan berstandar internasional yang mampu bersaing dengan bandara-bandara terbaik dunia.
Saat ini, Bandara Soekarno-Hatta menempati posisi ke-22 dalam daftar World's Top 100 Airports versi Skytrax tahun 2026. Peringkat tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Baca Juga: Menko AHY Tawarkan Kerja Sama Maritim, Logistik, dan Perkeretaapian Indonesia-Rusia
"Tahun 2022 Bandara Soekarno-Hatta itu peringkat 51 dunia. Dan secara bertahap secara gradual semakin kecil peringkatnya. Dan kita sekarang di tahun 2026 di peringkat 22," kata AHY.
Ia menambahkan bahwa pemerintah memiliki keyakinan untuk terus meningkatkan posisi bandara tersebut dalam beberapa tahun ke depan.
"Sedangkan proyeksi kita di 2027, 2028, 2029 kenapa tidak kita punya ambisi untuk kita masuk ke 10 besar. Dan saya pikir ini feasible, bukan sesuatu yang terlalu jauh dari jangkauan kita," katanya menambahkan.
Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat kabinet, di antaranya Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri Perhubungan Suntana, serta pejabat terkait lainnya.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (tengah), Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (kiri), Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya (kanan) dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait Penguatan Tata Kelola Ekosistem Kebandarudaraan di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026. (Antara)