Kemarahan Trump ke Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak pada Anda

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jun 2026, 09:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. ANTARA/Anadolu Agency/pri. Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. ANTARA/Anadolu Agency/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan pernah melontarkan kritik keras secara langsung kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Trump disebut mengatakan bahwa "semua orang Yahudi muak" terhadap Netanyahu dan mengaku sudah "lelah dengan perilaku" pemimpin Israel tersebut.

Pengungkapan itu termuat dalam buku berjudul Regime Change: Inside the Imperial Presidency of Donald Trump, karya dua jurnalis The New York Times, Maggie Haberman dan Jonathan Swan, yang diterbitkan pada Selasa, 23 Juni 2026.

Buku tersebut membahas tahun pertama masa jabatan kedua Trump, termasuk peran Amerika Serikat dalam memediasi gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang mengakhiri perang selama dua tahun di Jalur Gaza. Dinamika hubungan Trump dan Netanyahu juga menjadi salah satu fokus utama pembahasannya.

Menurut isi buku, Trump meluapkan kemarahannya kepada Netanyahu dalam sebuah percakapan telepon yang berlangsung tegang pada September 2025, ketika negosiasi gencatan senjata di Jalur Gaza tengah berjalan.

Pada saat itu, Trump menilai Netanyahu tidak memberikan respons yang memadai terhadap berbagai upaya diplomatik yang dilakukan Washington untuk mencapai kesepakatan damai.

"Saya muak dengan perilaku Anda. Saya telah melakukan segalanya untuk melindungi Anda, dan sebaiknya Anda segera menindaklanjuti hal ini," kata Trump dalam percakapan tersebut, sebagaimana dikutip dalam buku itu.

Percakapan telepon itu juga dihadiri Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, serta menantu sekaligus penasihat Trump, Jared Kushner.

Baca Juga: Netanyahu Ingin Israel Kurangi Ketergantungan pada AS

Dalam pembicaraan tersebut, Trump juga melontarkan kritik yang lebih tajam kepada Netanyahu.

"Semua orang muak pada Anda, Bibi. Semua orang Yahudi muak pada Anda. Bahkan dua orang Yahudi yang ada dalam panggilan telepon ini pun muak pada Anda," ucap Trump, merujuk pada Witkoff dan Kushner serta menggunakan nama panggilan Netanyahu.

Laporan media Israel The Times of Israel menyebut percakapan tersebut berlangsung saat Sidang Majelis Umum PBB pada September 2025, ketika Trump sedang mendorong proposal perdamaian 20 poin untuk mengakhiri perang di Gaza dan membangun kembali wilayah Palestina yang terdampak konflik.

CNN juga melaporkan bahwa dalam percakapan itu, Trump mengingatkan Netanyahu mengenai berbagai kebijakan pro-Israel yang telah ia ambil selama masa jabatan pertamanya sebagai Presiden AS. Trump menekankan bahwa dirinya telah memberikan dukungan besar kepada Israel selama bertahun-tahun.

Haberman menggambarkan percakapan telepon yang penuh ketegangan tersebut sebagai "momen yang luar biasa". Menurutnya, insiden itu mencerminkan tingkat frustrasi dan ketegangan yang berkembang dalam hubungan antara pemerintahan AS dan pemerintah Israel.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. ANTARA/Xinhua/Media Resmi Pemerintah Israel/am. <b>(Antara)</b> Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. ANTARA/Xinhua/Media Resmi Pemerintah Israel/am. (Antara)

Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah percakapan berikutnya antara kedua pihak berlangsung dengan tensi serupa. Haberman menilai momen tersebut menjadi titik balik dalam hubungan politik antara Trump dan Netanyahu.

Dalam beberapa bulan terakhir, hubungan kedua pemimpin sekutu itu memang dilaporkan semakin renggang. Perbedaan pandangan terkait kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, serta operasi militer Israel yang terus berlanjut terhadap Hizbullah di Lebanon, menjadi salah satu sumber utama ketegangan.

Pada awal bulan ini, Trump bahkan menyebut Netanyahu sebagai sosok yang "benar-benar gila" setelah operasi militer Israel memicu eskalasi konflik di Lebanon yang berpotensi mengganggu proses diplomasi Washington dengan Iran. Trump juga memperingatkan Netanyahu agar tidak memperburuk ketegangan dengan Teheran, atau Israel akan menghadapi situasi tersebut "sendirian".

x|close