Ntvnews.id, Jakarta - Manajemen Pedal Padel akhirnya memberikan klarifikasi terkait dugaan penyekapan terhadap seorang karyawan yang dituduh mencuri raket. Dalam pernyataan resminya, pihak manajemen menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut, menegaskan tidak mengetahui adanya tindakan yang diduga dilakukan sejumlah karyawan, serta menyatakan mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan.
Melalui akun Instagram resminya, Senin (29/6/2026), manajemen Pedal Padel menyampaikan penyesalan atas peristiwa yang kini tengah ditangani aparat kepolisian.
"Pedal Padel Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas insiden yang diduga melibatkan beberapa karyawan Pedal Padel yang saat ini sedang dalam proses hukum," ujar Manajemen Padel dalam keterangannya.
Dalam klarifikasinya, manajemen menegaskan dugaan penyekapan tersebut bukan merupakan tindakan yang diketahui, diperintahkan, maupun disetujui oleh pemilik ataupun pihak perusahaan.
"Tindakan yang diduga dilakukan oleh beberapa karyawan tersebut sama sekali tidak diketahui tidak diperintahkan, dan tidak disetujui oleh pemilik maupun manajemen Pedal Padel dalam kapasitas apapun," jelasnya.
Pihak perusahaan menjelaskan bahwa sebelumnya memang telah dilakukan pemeriksaan internal terkait dugaan penyalahgunaan aset perusahaan. Hasil pemeriksaan itu kemudian diteruskan melalui laporan kepada pihak kepolisian sesuai prosedur yang berlaku.
Baca Juga: Purbaya Sebut 80 Persen Beasiswa LPDP 2026 Difokuskan ke STEM dan Industri Strategis
Meski demikian, manajemen menegaskan proses tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk membenarkan segala bentuk tindakan kekerasan.
"Namun demikian, proses tersebut sama sekali tidak dapat dijadikan alasan apapun pembenaran bagi tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun," imbuhnya.
Selain menegaskan posisinya, manajemen juga menyatakan akan bersikap kooperatif dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
"Kami sepenuhnya mendukung proses hukum yang sedang berjalan dan akan kooperatif penuh dengan pihak kepolisian dalam penyelidikan ini. Kami percaya bahwa setiap pelanggaran hukum harus diselesaikan melalui jalur yang benar dan berkeadilan," ungkapnya.
Pedal Padel turut menyampaikan keprihatinan terhadap karyawan yang menjadi korban dalam insiden tersebut. Perusahaan menegaskan bahwa setiap orang berhak mendapatkan perlakuan yang menghormati martabat dan hak asasi manusia.
"Kepada pihak yang terdampak dalam insiden ini, kami menyampaikan rasa prihatin yang mendalam. Tidak seorang pun berhak diperlakukan dengan cara yang merendahkan martabat dan melanggar hak asasi manusia," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang karyawan tempat padel di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, berinisial AL diduga disekap selama dua hari setelah dituduh mencuri raket. Kasus tersebut kemudian dilaporkan oleh ibu korban kepada pihak kepolisian, yang kini telah menangkap empat orang terduga pelaku.
Sejarah padel (freeepik.com)