Netanyahu Kekeuh Pasukan Israel Tetap Ada di Lebanon hingga Hal Ini Terjadi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Jul 2026, 06:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - PM Israel Benjamin Netanyahu. ANTARA/Anadolu Arsip foto - PM Israel Benjamin Netanyahu. ANTARA/Anadolu (Antara)

Ntvnews.id, Beirut - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di wilayah Lebanon selatan dan tidak akan ditarik sebelum ancaman yang dianggap berasal dari Hizbullah benar-benar berakhir.

Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu setelah Lebanon dan Israel menandatangani kesepakatan kerangka kerja yang dimediasi Amerika Serikat pekan lalu sebagai langkah awal menuju perdamaian antara kedua negara.

Dalam kesepakatan tersebut, penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon yang diduduki dikaitkan dengan upaya pelucutan senjata Hizbullah oleh pemerintah Lebanon melalui pembentukan "zona percontohan" yang nantinya akan berada di bawah kendali militer Lebanon.

"Posisi kami jelas, kami tidak akan meninggalkan Lebanon selatan sampai ancaman tersebut hilang. Dan selama Hizbullah, yang bersenjata, masih ada di sini dan mengancam kami, kami akan tetap berada di sini," kata Netanyahu dilansir dari AFP, Rabu, 1 Juli 2026.

Netanyahu juga menyerukan agar Iran dan Hizbullah menghentikan pengaruh mereka di Lebanon selatan. Menurutnya, kawasan tersebut seharusnya menjadi wilayah bagi dua negara berdaulat yang ingin hidup berdampingan secara damai.

"Kami katakan kepada Iran dan Hizbullah: tinggalkan tempat ini, kalian tidak lagi memiliki tempat di sini. Ada dua negara berdaulat yang ingin hidup dalam damai," katanya.

Baca Juga: Netanyahu Bingung Saat Jenderal-jenderal Israel Berselisih dengan Menterinya

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, juga menegaskan bahwa pemerintah Israel belum menentukan jadwal penarikan pasukan dari Lebanon, Jalur Gaza, maupun Suriah. Menurut Katz, keberadaan pasukan Israel di wilayah-wilayah tersebut diperlukan untuk menjaga keamanan warga Israel dari berbagai ancaman.

"Kita harus tetap berada di zona keamanan di Lebanon, Suriah, dan Gaza, dan bukan untuk jangka waktu terbatas, guna melindungi penduduk dan komunitas kita dari ancaman elemen-elemen jihadis yang berasal dari wilayah tersebut," ujar Katz saat menghadiri upacara kelulusan akademi militer Israel.

Ia menegaskan bahwa pemerintah Israel tetap berkomitmen mempertahankan keberadaan pasukan di wilayah keamanan Lebanon, meskipun menghadapi berbagai tekanan internasional.

"Kami menentang penarikan pasukan IDF dari zona keamanan di Lebanon, terlepas dari segala tekanan yang ada maupun yang mungkin muncul di kemudian hari," tegasnya.

x|close