Trump Kegirangan Saat Gunakan Hadiah dari Qatar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Jul 2026, 04:58
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengadakan konferensi pers di Gedung Putih Washington DC, Amerika Serikat. /ANTARA/Anadolu Ajensi/pri. Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengadakan konferensi pers di Gedung Putih Washington DC, Amerika Serikat. /ANTARA/Anadolu Ajensi/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan antusiasmenya menjelang penerbangan perdana menggunakan pesawat Air Force One baru yang merupakan hadiah kenegaraan dari pemerintah Qatar. Trump menyampaikan apresiasi kepada Qatar atas pemberian jet mewah tersebut dan mengaku sangat terkesan dengan fasilitas yang dimiliki pesawat itu.

Dilansir dari AFP, Kamis, 2 Juli 2026, Trump melontarkan pujiannya terhadap pesawat tersebut saat berbicara kepada para wartawan yang turut melakukan perjalanan bersamanya menuju North Dakota menggunakan jet tersebut.

"(AS) tidak dapat membangun pesawat seperti ini," kata Trump.

"Sejujurnya, saya senang dengan penerbangan pertama ini. Belum pernah ada yang melihat yang seperti ini," sambung Trump.

Trump menjelaskan bahwa pesawat tersebut telah dimodifikasi secara khusus untuk memenuhi kebutuhan seorang presiden Amerika Serikat, termasuk dari sisi keamanan maupun berbagai fitur tambahan lainnya.

"Mereka baru saja menyelesaikannya. Mereka membuatnya sesuai untuk seorang presiden, itu berarti keamanan dan semua fitur tambahan yang mereka pasang. Hal-hal yang sangat kompleks, tetapi itu benar-benar sesuatu yang luar biasa," kata Trump di Pangkalan Gabungan Andrews dekat Washington.

Baca Juga: Iran Bantah Trump soal Rencana Perundingan Langsung dengan AS di Qatar

Sebelumnya, sejumlah pihak mengkritik penerimaan pesawat bernilai ratusan juta dolar dari pemerintah asing tersebut. Para pengkritik menyoroti potensi persoalan etika, konstitusi, dan keamanan nasional terkait penerimaan hadiah dari negara lain.

Qatar, negara kaya di kawasan Teluk yang juga berperan penting sebagai mediator dalam pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran, diketahui menyerahkan jet tersebut pada tahun lalu. Sejak saat itu, pesawat tersebut telah menjalani berbagai modifikasi dan pengujian intensif sebelum digunakan.

Penerbangan perdana Trump menggunakan pesawat itu juga berlangsung sehari setelah dirinya menghadapi sorotan terkait laporan keuangan yang menunjukkan bahwa ia memperoleh sekitar US$1,2 miliar dari bisnis mata uang kripto keluarganya selama tahun pertama masa jabatan barunya.

Arsip foto - Presiden AS Donald Trump. /ANTARA/Anadolu/pri. <b>(Antara)</b> Arsip foto - Presiden AS Donald Trump. /ANTARA/Anadolu/pri. (Antara)

Namun, Trump menolak seluruh tudingan terkait adanya pelanggaran etika. Menurutnya, biaya yang dikeluarkan pemerintah Amerika Serikat untuk menyesuaikan pesawat pemberian Qatar tersebut jauh lebih kecil dibandingkan jika pemerintah harus membangun pesawat baru dengan spesifikasi serupa.

"Terus terang, kami tidak bisa membangun pesawat seperti ini karena kami tidak mau mengeluarkan uang sebanyak itu. Mereka mengeluarkan uang yang sangat banyak," kata Trump kepada wartawan.

Pesawat hadiah dari Qatar itu akan digunakan sebagai solusi sementara hingga Boeing menyelesaikan dan menyerahkan dua unit Air Force One generasi baru yang dirancang khusus untuk kepresidenan Amerika Serikat. Kedua pesawat tersebut diperkirakan baru akan dikirim dalam dua tahun mendatang setelah mengalami berbagai penundaan dan pembengkakan biaya proyek.

TERKINI

Load More
x|close