Ntvnews.id, Bogor - Anggota DKPP, Muhammad Tio Aliansyah, mengungkapkan bahwa pihaknya ingin mendengar langsung perspektif anak muda mengenai demokrasi dan pelaksanaan pemilu. Melalui format diskusi yang lebih santai di podcast, DKPP berencana mengundang para pemilih pemula yang belum pernah menggunakan hak pilihnya.
"Kita akan mengundang pemilih pemula atau yang belum pernah sama sekali mengetahui tentang tata pemilu. Kita ingin tahu bagaimana pandangan mereka tentang demokrasi dan pengetahuan mereka tentang pemilu yang akan mereka rasakan nantinya. Ini menjadi masukan dan poin positif buat kami," ujar M. Tio Aliansyah di kawasan Bogor, Jawa Barat, Kamis, 2 Juli 2026.
Selain edukasi bagi generasi muda, Tio menekankan komitmen DKPP untuk menjaga transparansi dalam setiap proses pemeriksaan dugaan pelanggaran etik. Namun, ia memberikan catatan penting bahwa transparansi tetap memiliki batasan demi menjaga norma kesusilaan dan privasi pihak terkait.
"Kami berusaha untuk setransparan mungkin. Tapi transparan bukan berarti 'telanjang'. Ada hal-hal yang tidak bisa kita buka secara telanjang bulat, khususnya ketika melakukan pemeriksaan terhadap persoalan dugaan asusila yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu," tegasnya.
Tio menjelaskan bahwa khusus untuk kasus dugaan asusila, sidang pemeriksaan akan dilakukan secara tertutup. Hal ini dilakukan untuk menjaga martabat serta integritas proses persidangan etik itu sendiri. Meski begitu, untuk kasus-kasus umum lainnya, DKPP tetap berupaya menjaga keterbukaan informasi kepada publik.
Lebih lanjut, Tio juga mengapresiasi peran media dalam mengawal kinerja DKPP. Menurutnya, kritik dan saran dari para jurnalis merupakan energi positif untuk memperbaiki lembaga.
Tio meminta rekan-rekan media tidak hanya memberikan pujian demi menyenangkan telinga, tetapi benar-benar menyampaikan fakta di lapangan.
"Jika memang ada yang kurang, pasti akan kami lengkapi. Sebagai lembaga publik, DKPP ditugaskan untuk menjaga integritas dan etika penyelenggara pemilu. Teman-teman media harus terus mengawal dan mengingatkan kami akan kewajiban tersebut," tambahnya.
Langkah-langkah penguatan lembaga ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi di Indonesia, sekaligus memastikan bahwa setiap penyelenggara pemilu bekerja sesuai dengan standar etika yang tinggi.
Anggota DKPP RI Muhammad Tio Aliansyah (NTVNews)