Google sampai MU Mau Beli Karbon Indonesia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Jul 2026, 22:15
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Manchester United Manchester United (X: Manchester United)

Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menyebut minat perusahaan global terhadap kredit karbon Indonesia terus meningkat. Ini ia sampaikan setelah menghadiri London Climate Action Week, yang merupakan forum di mana delegasi Indonesia bertemu dengan para pengembang proyek karbon, serta calon pembeli dari berbagai negara.

"Kami baru kembali dari London Climate Action Week. Kami bertemu dengan begitu banyak pengembang proyek karbon. Mereka antusias sekali. Begitu banyak pembeli, calon pembeli karbon Indonesia," ujar Eddy dalam Jumat pers usai Rapat Koordinasi Terbatas Persiapan Peluncuran Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026.

Menurut dia, calon pembeli karbon Indonesia berasal dari berbagai sektor. Mulai dari perusahaan teknologi, maskapai penerbangan, sampai klub sepak bola dunia.

"Dari Amazon.com, Google, Microsoft, Lufthansa, Manchester United (MU). Banyak sekali," tuturnya.

Eddy menilai, tingginya antusiasme ini jadi momentum RI untuk segera meluncurkan SRUK sebagai platform nasional perdagangan karbon. Menurutnya, sistem itu akan membuka peluang lebih besar bagi Indonesia untuk memasuki pasar karbon global.

"SRUK ini merupakan pintu yang membuka kesempatan kita untuk lepas landas kegiatan perdagangan karbon kita. Ini diharapkan oleh banyak pihak. Insyaallah tanggal 9 merupakan tonggak untuk pembukaan dari SRUK itu," kata dia.

Sementara, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo menyebut peluncuran SRUK menjadi capaian penting yang telah lama dinantikan komunitas internasional sejak disepakatinya Persetujuan Paris (COP21) pada 2015.

"Ini adalah suatu prestasi yang amat luar biasa karena sudah ditunggu oleh masyarakat internasional sejak COP21 di Paris tahun 2015. Dan alhamdulillah sudah ada sistem dan sudah siap untuk launching," ujar Hashim.

Hashim mengatakan, pemerintah juga telah menerima berbagai apresiasi dari sejumlah negara dan lembaga internasional atas kesiapan Indonesia membangun ekosistem perdagangan karbon.

"Sudah dapat pujian-pujian yang banyak dan luar biasa dari cukup banyak perwakilan asing, duta besar, juga perwakilan dari lembaga-lembaga internasional seperti Bank Dunia, European Union dan sebagainya," kata dia.

Pemerintah menargetkan SRUK yang akan diluncurkan pada 9 Juli 2026 jadi platform tunggal pencatatan unit karbon berstandar internasional. Serta, juga untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat perdagangan karbon dunia.

x|close