Ntvnews.id, Tel Aviv - Mantan Kepala Staf Militer Israel sekaligus tokoh oposisi, Gadi Eisenkot, melontarkan kritik keras terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dengan menuduhnya melebih-lebihkan bahkan mengarang ancaman nuklir Iran untuk menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat Israel.
Mengutip laporan harian Israel Yedioth Ahronoth, Jumat, 3 Juli 2026, pernyataan tersebut disampaikan Eisenkot dalam sebuah konferensi di wilayah Israel tengah. Pemimpin Partai Yashar itu menilai klaim terbaru Netanyahu terkait kemampuan nuklir Iran tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
Baca juga: Kiper Palestina Saleem Al Ashqar Tewas Ditembak Tentara Israel
"Netanyahu mengatakan hal-hal yang memuakkan. Iran sama sekali tidak memiliki bom nuklir. Dia sedang mengarang kenyataan untuk menakut-nakuti masyarakat Israel," kata Eisenkot.
Menurut laporan tersebut, pernyataan Eisenkot merujuk pada wawancara Netanyahu dengan stasiun televisi Channel 14 pada Selasa, 30 Juni 2026. Dalam wawancara itu, Netanyahu menyatakan, "Saya memasuki Iran dua kali untuk menyelamatkan kita dari kehancuran akibat bom atom yang sudah berada di tangan mereka."
Arsip foto - PM Israel Benjamin Netanyahu. ANTARA/Anadolu (Antara)
Sejak Israel mendukung operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran pada Februari lalu yang kemudian memicu pecahnya konflik bersenjata, Netanyahu terus menegaskan bahwa Iran merupakan ancaman terbesar di kawasan karena disebut telah memiliki kemampuan senjata nuklir, meskipun negara tersebut telah lama berada di bawah sanksi internasional.
Dikutip dari Middle East Monitor, Israel juga melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap sejumlah target di Iran pada Juni 2025. Pemerintah Israel menyatakan serangan tersebut ditujukan untuk menghentikan program nuklir dan pengembangan rudal Iran.
Amerika Serikat dan Israel selama ini menuduh Iran menjalankan program nuklir dan rudal yang membahayakan keamanan Israel serta sekutu-sekutu Washington di kawasan Timur Tengah.
Namun, Iran secara konsisten membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa seluruh program nuklirnya hanya diperuntukkan bagi kepentingan damai.
Hingga saat ini, belum terdapat laporan internasional yang secara resmi mengonfirmasi bahwa Iran memiliki persenjataan nuklir.
Di sisi lain, Israel yang masih menduduki wilayah Palestina serta sebagian kawasan Lebanon dan Suriah, secara luas diyakini para pengamat internasional sebagai satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir, meskipun pemerintah Israel tidak pernah secara resmi mengakuinya. Selain itu, fasilitas nuklir Israel juga tidak berada di bawah pengawasan maupun mekanisme verifikasi Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Pernyataan Netanyahu kepada Channel 14 disampaikan di tengah persiapan Israel menghadapi pemilihan umum yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang.
Baca Juga: Kiper Palestina Saleem Al Ashqar Tewas Ditembak Tentara Israel
Sementara itu, Eisenkot, yang menjabat sebagai Kepala Staf Militer Israel pada periode 2015-2019, kini muncul sebagai salah satu kandidat terkuat untuk menantang Netanyahu dalam perebutan kursi perdana menteri. Ia sebelumnya telah menyatakan niatnya untuk maju dalam pemilihan mendatang.
Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan Channel 12 pada awal Juni, sebanyak 38 persen responden menilai Eisenkot sebagai sosok yang paling tepat untuk menjabat perdana menteri berikutnya. Sementara itu, Netanyahu memperoleh dukungan sebesar 27 persen dan mantan Perdana Menteri Naftali Bennett mendapatkan 12 persen.
Popularitas Eisenkot juga terus meningkat di dalam negeri. Meski namanya tidak terlalu dikenal secara internasional, ia kini dipandang sebagai ancaman politik terbesar bagi Netanyahu, bahkan melampaui popularitas Bennett yang sebelumnya menjadi penantang utama.
Partai Likud yang dipimpin Netanyahu mulai mengalihkan fokus serangan politiknya kepada Eisenkot. Sejumlah materi kampanye yang menyerang pemimpin Partai Yashar tersebut mulai beredar di kalangan pendukung Netanyahu, sebagaimana dilaporkan CNN.
Partai Yashar yang dipimpin Eisenkot, yang dalam bahasa Ibrani berarti "lurus" atau "jujur", didirikan kurang dari setahun lalu. Meski sempat mencatat elektabilitas satu digit dalam berbagai survei, partai tersebut kini menunjukkan lonjakan dukungan yang signifikan.
Arsip - Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu (kiri) berbincang dengan Presiden AS Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/py/pri.) (Antara)
Berbagai survei terbaru menunjukkan Partai Yashar kini memiliki tingkat dukungan yang hampir setara dengan Partai Likud dan bahkan melampaui koalisi yang dibentuk Naftali Bennett dan mantan Perdana Menteri Yair Lapid.
Meski Bennett dan Lapid sempat berupaya mengajak Eisenkot bergabung dalam koalisi anti-Netanyahu, ia memilih maju secara independen dan berhasil melampaui keduanya dalam sejumlah survei.
Jajak pendapat terbaru yang dirilis Channel 12 memproyeksikan Partai Yashar akan memperoleh 21 kursi di parlemen Israel atau Knesset. Jumlah tersebut hanya terpaut dua kursi dari Partai Likud yang diperkirakan meraih 23 kursi, serta berada di atas koalisi Bennett-Lapid yang diproyeksikan mendapatkan 18 kursi.
Dalam survei yang sama, ketika responden ditanya mengenai sosok yang paling layak menjadi perdana menteri, sebanyak 38 persen memilih Eisenkot, sedangkan 36 persen memilih Netanyahu. Sejumlah lembaga survei besar lainnya juga menunjukkan tren yang serupa.
Perubahan peta politik ini tercermin dari strategi Partai Likud yang kini mulai memosisikan Eisenkot sebagai rival utama Netanyahu, setelah sebelumnya lebih banyak memusatkan perhatian kepada Bennett.
Arsip - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di markas militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa angkatan udara Israel menyerang Teheran dengan (Antara)