Pilot yang Tabrak CITIC Tower di Beijing Disebut Punya Riwayat Insomnia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Jul 2026, 10:04
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Suasana di kawasan CITIC Tower, Distrik Chaoyang, Beijing, pada Jumat, 26 Juni 2026 Suasana di kawasan CITIC Tower, Distrik Chaoyang, Beijing, pada Jumat, 26 Juni 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Beijing - Pemerintah Distrik Chaoyang, Beijing, mengungkap hasil penyelidikan terkait insiden pesawat ringan yang menabrak CITIC Tower pada Jumat, 26 Juni 2026. Otoritas menyebut pilot pesawat tersebut memiliki riwayat insomnia dan gangguan kecemasan.

Pilot bernama Liu itu merupakan pria berusia 66 tahun, warga Beijing yang bekerja sebagai pekerja lepas. Ia diketahui telah bercerai dan tinggal seorang diri.

"Liu telah lama mengalami insomnia dan kecemasan. Dalam buku hariannya, beberapa kali ditemukan ungkapan 'mengakhiri hidup'," demikian disebutkan di laman media sosial Pemerintah Distrik Chaoyang, seperti dikutip ANTARA di Beijing, China, Kamis, 2 Juli 2026.

Hasil penyelidikan menyebutkan pesawat yang digunakan merupakan pesawat ringan bermesin tunggal dengan dua orang di dalamnya. Pesawat tersebut menggunakan baling-baling jenis Arora SA60L dan terdaftar dengan nomor registrasi B-12PP.

Liu memperoleh lisensi pilot olahraga pada 2021, kemudian mendapatkan lisensi pilot pribadi pada 2024.

Baca Juga: Pesawat AMA PK-RCY Terbakar di Bandara Balingga, Satgas Ops Damai Cartenz Selidiki Penyebab Insiden

Saat kecelakaan terjadi, ia lepas landas dari bandara penerbangan umum di Distrik Pinggu. Sebelum insiden, Liu menjalani penerbangan bersama pendamping dan kemudian melanjutkan penerbangan secara mandiri.

"Saat melakukan penerbangan mandiri, pesawat menyimpang dari area yang telah ditetapkan, dan hilang kontak dengan pihak bandara. Setelah itu, pesawat tersebut menabrak gedung tinggi dan Liu meninggal dunia di tempat," menurut pernyataan tersebut.

Pihak berwenang langsung melakukan penanganan dan penyelidikan setelah menerima laporan mengenai kecelakaan tersebut.

Sebanyak 13 orang mengalami luka-luka akibat insiden itu dan telah menjalani perawatan medis. Seluruh korban dilaporkan tidak mengalami cedera yang mengancam nyawa, bahkan satu orang di antaranya sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

"Berdasarkan hasil penyelidikan menyeluruh, kasus ini dinyatakan sebagai perkara yang membahayakan keamanan publik akibat alasan pribadi," demikian pernyataan tersebut.

Baca Juga: Ngeri! Pesawat Tabrak Drone Saat Akan Mendarat

CITIC Tower atau yang juga dikenal sebagai China Zun merupakan gedung setinggi 528 meter dengan total 108 lantai di atas permukaan tanah dan tujuh lantai bawah tanah. Bangunan tersebut berdiri di kawasan Lingkar Ketiga Timur, Distrik Chaoyang, Beijing.

Gedung itu menjadi kantor pusat perusahaan milik negara China yang berada di bawah Kementerian Keuangan China. Perusahaan tersebut memiliki sejumlah bidang usaha, mulai dari sektor keuangan, manufaktur cerdas, bahan baku, hingga pengelolaan kota pintar.

Lokasinya berada di pusat kawasan bisnis Beijing, tepat berhadapan dengan kantor media pemerintah CCTV, serta dikelilingi gedung perkantoran milik perusahaan domestik, perusahaan asing, dan sejumlah kedutaan besar.

CITIC Tower juga berjarak sekitar enam kilometer dari pusat Kota Beijing, yakni kawasan Lapangan Tiananmen.

Berdasarkan video yang sempat beredar di media sosial China sebelum akhirnya dihapus, terlihat puing-puing pesawat berjatuhan setelah menghantam salah satu lantai gedung. Rekaman tersebut juga memperlihatkan dua panel kaca di bagian atas gedung mengalami kerusakan.

(Sumber: Antara)

x|close