Prabowo Bakal Hadiri Puncak Hari Koperasi Nasional 12 Juli

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Jul 2026, 10:28
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto Presiden Prabowo Subianto

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 yang akan diselenggarakan di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 12 Juli 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Koperasi yang berlangsung sepanjang Juli sebagai upaya menghidupkan kembali semangat koperasi sebagai salah satu pilar utama perekonomian nasional.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan bahwa Kementerian Koperasi bersama Gerakan Koperasi dan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) telah menetapkan Juli sebagai Bulan Koperasi yang akan diisi berbagai agenda di tingkat nasional maupun daerah. Puncak peringatan Hari Koperasi pada 12 Juli mendatang akan digelar di Indonesia Arena dengan mengusung tema "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya."

Menurut Ferry, peringatan tersebut menjadi momentum penting untuk kembali mengingatkan masyarakat tentang implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, di mana koperasi memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan amanat konstitusi.

“Kami ingin menyampaikan ke khalayak, ke masyarakat tentang rencana peringatan Hari Koperasi Nasional yang diselenggarakan dengan berbagai rangkaian acara kegiatan selama bulan Juli ini,” kata Ferry dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta Selatan, Kamis, 2 Juli 2026.

Baca Juga: Prabowo Umumkan Peluncuran Peta Jalan Kerja Sama Indonesia-Belarus 2026-2030

Rangkaian kegiatan Bulan Koperasi akan berlangsung sepanjang Juli. Selain acara puncak pada 12 Juli, sejumlah agenda lain juga telah disiapkan, di antaranya kegiatan Car Free Day di Jalan Rasuna Said pada 19 Juli yang akan diisi dengan jalan sehat dan pameran produk koperasi, serta peresmian renovasi Gedung Kongres Koperasi pertama di Tasikmalaya pada 24 Juli mendatang.

Ferry menambahkan, pemerintah ingin memperkuat pemahaman publik bahwa koperasi saat ini dapat berkembang menjadi badan usaha yang modern, profesional, dan menjadi alternatif bagi masyarakat, termasuk generasi milenial dan Gen Z, dalam menjalankan aktivitas ekonomi yang produktif.

“Kami juga punya keinginan untuk meyakinkan kepada masyarakat bahwa koperasi sekarang bisa menjadi badan usaha yang modern, profesional, dan kemudian juga bisa menjadi instrumen keadilan yang diperlukan bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Dekopin Bambang Haryadi menilai peringatan Hari Koperasi ke-79 diharapkan dapat menjadi simbol kebangkitan kembali gerakan koperasi yang selama ini dinilai kurang mendapat perhatian. Menurutnya, pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, koperasi kembali mendapat tempat sebagai salah satu instrumen penting dalam sistem perekonomian nasional.

“Alhamdulillah, kita berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan mendapat support terkait peringatan Hari Koperasi Nasional yang ke-79 yang akan dilaksanakan di Indonesia Arena dan insyaallah juga akan dihadiri oleh Bapak Presiden,” kata Bambang.

Di sisi lain, Bambang menyoroti perkembangan model koperasi di berbagai negara, khususnya di kawasan Eropa dan sejumlah negara Asia. Bahkan, menurutnya, beberapa negara Eropa telah memiliki bank koperasi yang berkembang dengan baik.

Karena itu, ia berharap penguatan koperasi di Indonesia ke depan dapat membuka peluang untuk menghadirkan kembali bank koperasi nasional sebagaimana yang pernah dimiliki Indonesia pada masa lalu.

“Indonesia pernah memiliki (bank koperasi). Namun sekarang sudah lepas. Mudah-mudahan di pemerintahan ini gerakan untuk membuat bank koperasi mendapat support dan dukungan dari pemerintah,” ucapnya.

Bambang juga berharap peringatan Hari Koperasi tahun ini dapat menjadi titik awal kebangkitan gerakan koperasi nasional, bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Ia menekankan pentingnya memperluas penerimaan masyarakat terhadap koperasi, terutama di kalangan generasi muda.

“Koperasi ini bukan satu sistem perekonomian kuno tapi satu sistem perekonomian yang sudah jamak dan juga banyak dianut oleh negara-negara maju di seluruh dunia,” tandasnya.

x|close