Ntvnews.id, Istanbul - Seorang pria dilaporkan melakukan aksi bakar diri di depan Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setelah lebih dulu menancapkan bendera yang berkaitan dengan pemerintahan Tibet dalam pengasingan di trotoar dekat lokasi kejadian.
Berdasarkan laporan media setempat dan rekaman video yang beredar di media sosial, insiden itu terjadi pada Kamis, 2 Juli 2026 sekitar pukul 19.00 waktu setempat atau Jumat, 3 Juli 2026 pukul 06.00 WIB di kawasan persimpangan East 43rd Street dan First Avenue.
Rekaman kamera pengawas PBB memperlihatkan pria tersebut menancapkan bendera sebelum melakukan aksi bakar diri. Petugas kemudian mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Bellevue dalam kondisi kritis.
Di lokasi kejadian, aparat juga menemukan sejumlah selebaran yang berisi tuntutan agar "China keluar dari Tibet".
Baca Juga: Aksi Nekat Pria Bakar Diri Gegerkan Warga Tangerang Selatan
Kepolisian setempat telah membuka penyelidikan untuk mengungkap peristiwa tersebut. Sementara itu, bendera yang dipasang pelaku masih terlihat berkibar di lokasi hingga sekitar satu jam setelah kejadian.
Tibet berada di bawah pemerintahan China sejak 1951. Beijing menyebut proses pengambilalihan wilayah itu sebagai "pembebasan damai".
Bendera yang dikibarkan pelaku diketahui berkaitan dengan pemberontakan yang gagal melawan pemerintah China pada 1959. Setelah peristiwa tersebut, pemerintahan Tibet dalam pengasingan dibentuk di wilayah India utara.
Baca Juga: Deretan Fakta Pria Bakar Seorang Wanita di Dalam Kereta
Pemerintah China tidak mengakui pemerintahan Tibet dalam pengasingan dan menegaskan bahwa Tibet telah menjadi bagian dari wilayah China sejak abad ke-13.
Di sisi lain, Dalai Lama sebagai pemimpin spiritual Tibet menyatakan bahwa Tibet merupakan negara merdeka ketika Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China memasuki wilayah tersebut.
(Sumber: Antara)
Gedung Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York. (Antara)