WHO Umumkan Satu Kasus Virus Marburg di Uganda Barat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Jul 2026, 12:23
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Foto yang diambil pada 21 Mei 2023 ini memperlihatkan logo Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan latar belakang kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss. Foto yang diambil pada 21 Mei 2023 ini memperlihatkan logo Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan latar belakang kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss. (Antara)

Ntvnews.id, Jenewa - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi satu kasus penyakit akibat virus Marburg di Distrik Kyegegwa, Uganda barat. Informasi tersebut disampaikan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat membuka taklimat media WHO pada Kamis, 2 Juli 2026.

WHO menjelaskan kasus tersebut ditemukan melalui sistem pengawasan penyakit yang diperketat untuk mendeteksi Ebola. Otoritas kesehatan Uganda melaporkan kasus terkonfirmasi itu kepada WHO pada Selasa, 30 Juni 2026. Hingga kini, sejak 21 Juni, tidak ada tambahan kasus Ebola yang tercatat di negara tersebut.

Saat ini, otoritas kesehatan Uganda telah melakukan pelacakan terhadap seluruh kontak yang teridentifikasi dari pasien virus Marburg. Berdasarkan laporan sementara, belum ada kontak yang menunjukkan gejala penyakit.

WHO turut mendukung proses investigasi untuk menelusuri sumber paparan virus, melakukan penilaian risiko terhadap kesehatan masyarakat, serta memperkuat pelibatan masyarakat dalam upaya pencegahan penyebaran.

Baca JugaWHO: Kasus Ebola di Kongo Tembus 1.000 dalam Sebulan, 267 Orang Meninggal

Berdasarkan keterangan WHO, penyakit akibat virus Marburg atau Marburg virus disease (MVD), yang sebelumnya dikenal sebagai demam berdarah Marburg, merupakan penyakit serius yang sering kali berakibat fatal pada manusia.

Rata-rata tingkat kematian akibat MVD mencapai sekitar 50 persen. Namun, pada berbagai wabah sebelumnya, tingkat fatalitas penyakit ini tercatat bervariasi antara 24 persen hingga 88 persen.

WHO menyebut penanganan suportif sejak dini, termasuk rehidrasi dan pengobatan berdasarkan gejala yang dialami pasien, dapat meningkatkan peluang untuk bertahan hidup.

Baca JugaWHO: 75 Nakes di Kongo Terinfeksi Ebola, 17 Meninggal

Hingga saat ini belum tersedia vaksin maupun terapi antivirus yang telah disetujui untuk mengobati MVD. Meski demikian, sejumlah kandidat vaksin dan terapi obat masih terus dikembangkan.

WHO menyatakan akan terus bekerja sama dengan otoritas kesehatan Uganda guna mengendalikan potensi penyebaran virus Marburg dan akan menyampaikan perkembangan terbaru sesuai kondisi di lapangan.

(Sumber: Antara)

x|close