OPM Tembak Mati Pilot, DPR Desak Pengamanan Papua Dievaluasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Jul 2026, 14:38
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Personel Koops Habema TNI melakukan evakuasi jenazah pilot pesawat PT AMA Nicholas F Goselin (29) yang diduga ditembak oleh anggota KKB, di Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis, 2 Juli 2026 Personel Koops Habema TNI melakukan evakuasi jenazah pilot pesawat PT AMA Nicholas F Goselin (29) yang diduga ditembak oleh anggota KKB, di Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis, 2 Juli 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendesak dilakukannya evaluasi pola pengamanan di Papua. Ini disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono, menyusul peristiwa pembakaran pesawat PT Associated Mission Aviation (AMA) dan penembakan pilot hingga tewas di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

"Komisi I DPR RI akan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap pola pengamanan di Papua, agar setiap kebijakan yang diambil tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif dan berkelanjutan," ujar Dave, Jumat, 3 Juli 2026.

Dave menilai, peristiwa itu menunjukkan bahwa ancaman terhadap keamanan masyarakat sipil di Papua masih nyata. Karena itu, masih memerlukan perhatian serius dari negara.

Baca Juga: Pelajar SMP Indonesia Sabet Juara Education for Sustainable Development di Malaysia

Dave mengungkapkan keprihatinan mendalam atas insiden pembakaran pesawat oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).Tindakan itu tidak mengancam keselamatan warga sipil yang sedang menjalankan misi agama dan kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap warga sipil harus menjadi prioritas dalam setiap kebijakan pengamanan di Papua.

"Kami menegaskan bahwa keselamatan warga sipil harus menjadi prioritas utama. Aparat keamanan perlu meningkatkan langkah pengamanan secara terukur, dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis dan sesuai koridor hukum," papar Dave.

Menurut dia, peningkatan pengamanan tidak cukup dilakukan dengan menambah jumlah personel keamanan di lapangan. Dave memandang, penguatan koordinasi antarlembaga, pemetaan risiko, serta pelibatan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat juga diperlukan untuk menjaga stabilitas keamanan di Papua.

"Peningkatan pengamanan bukan semata soal penambahan personel, melainkan juga penguatan koordinasi lintas lembaga, pemetaan risiko, serta keterlibatan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat dalam menjaga stabilitas," kata Dave.

Dave berharap Papua dapat menjadi wilayah yang damai, aman, dan sejahtera apabila langkah penanganan yang tepat diterapkan secara konsisten.

"Kami optimis bahwa dengan langkah yang tepat, Papua dapat menjadi ruang hidup yang damai, aman, dan sejahtera bagi seluruh rakyat Indonesia," tandasnya.

x|close