Iran Ancam Balas Keras jika AS dan Israel Lakukan Serangam saat Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Jul 2026, 16:12
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
penghormatan terakhir kepada mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei penghormatan terakhir kepada mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (Istimewa)

Ntvnews.id, Taheran - Pemerintah Iran memperingatkan Amerika Serikat dan Israel agar tidak melakukan serangan selama berlangsungnya prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Teheran menegaskan akan memberikan respons militer yang tegas apabila kedua negara melakukan tindakan agresi.

Komandan Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya, Ali Abdollahi, menyampaikan peringatan tersebut pada Kamis, 2 Juli 2026. Ia menegaskan bahwa Iran telah menyiapkan langkah balasan terhadap setiap ancaman yang mengganggu kedaulatan negaranya.

"Kami memperingatkan musuh-musuh Iran, khususnya AS dan rezim Zionis untuk menghindari kesalahan perhitungan dan memikirkan pembalasan keras yang akan dilakukan angkatan bersenjata kami terhadap setiap ancaman dan agresi terhadap negara kami," kata Abdollahi, seperti dikutip Reuters, Jumat, 3 Juli 2026.

Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu. Pemerintah Iran sebelumnya menunda pelaksanaan pemakaman karena konflik bersenjata masih berlangsung.

Saat ini, Iran dan Amerika Serikat berada dalam masa gencatan senjata dan terus melakukan upaya diplomasi untuk mencapai penghentian perang secara permanen.

Baca Juga: British Museum Disorot Gegara Hapus Istilah Palestina

Rangkaian prosesi pemakaman Khamenei dijadwalkan berlangsung mulai 4 Juli hingga mencapai puncaknya pada 9 Juli mendatang.

Secara rinci, jenazah Khamenei akan disemayamkan di Masjid Agung Imam Khomeini pada 4 dan 5 Juli, dengan jutaan pelayat diperkirakan hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.

Prosesi berikutnya akan digelar di Teheran pada 6 Juli, kemudian dilanjutkan dengan upacara di Kota Qom pada 7 Juli. Setelah itu, rangkaian penghormatan akan berlangsung di dua kota suci Irak, yakni Najaf dan Karbala, pada 8 Juli.

Tahap terakhir prosesi pemakaman akan dilaksanakan di Kota Mashhad pada 9 Juli, yang menjadi penutup rangkaian penghormatan nasional bagi pemimpin tertinggi Iran tersebut.

Pejabat Iran menyebutkan bahwa delegasi dari sekitar 100 negara diperkirakan akan menghadiri prosesi pemakaman, termasuk perwakilan dari Pakistan dan Rusia.

x|close