Ntvnews.id, Jakarta - Akses internet yang disediakan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus mendukung percepatan transformasi digital di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Salah satu manfaatnya dirasakan langsung oleh Pemerintah Kampung Payung-Payung, Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Dari Kantor Kepala Kampung Payung-Payung, konektivitas internet BAKTI dimanfaatkan untuk mendukung berbagai layanan pemerintahan yang kini telah beralih ke sistem digital. Mulai dari pelaporan administrasi hingga pengelolaan keuangan kampung, berbagai proses dapat berjalan lebih efektif dan efisien berkat tersedianya akses internet.
Selain menunjang aktivitas pemerintahan, konektivitas BAKTI juga menjadi penopang ketika jaringan seluler mengalami kepadatan, terutama saat jumlah wisatawan yang datang ke Pulau Maratua meningkat. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat dan berbagai aktivitas administrasi tetap dapat berlangsung tanpa kendala berarti.
Tingginya pemanfaatan internet di wilayah tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap akses digital terus berkembang. Melalui pemerataan konektivitas di kawasan 3T, BAKTI Komdigi terus mendukung transformasi digital untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi, layanan publik, dan berbagai peluang di era digital.
Sekretaris Kampung Payung-Payung Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Rino, mengatakan program BAKTI telah memberikan manfaat besar bagi penyelenggaraan pemerintahan di tingkat kampung. Menurutnya, hampir seluruh layanan administrasi kini telah memanfaatkan sistem digital.
Baca Juga: Iran Mulai Tahap Awal Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
"Program BAKTI ini sangat bermanfaat bagi kami. Saat ini hampir semua layanan dan administrasi kampung sudah berbasis digital, terutama untuk sistem keuangan kampung dan pelaporan," kata Rino.
Ia menjelaskan, keberadaan internet BAKTI juga sangat membantu ketika jaringan seluler mengalami gangguan akibat tingginya aktivitas wisatawan di Pulau Maratua. Dalam kondisi tersebut, pekerjaan administrasi dan pelaporan tetap dapat dilakukan tanpa harus menunggu jaringan seluler kembali normal.
"Ketika tamu yang datang ke Maratua sedang banyak, jaringan seluler sering kali down. Dalam kondisi seperti itu, akses internet dari BAKTI sangat membantu sehingga pekerjaan dan pelaporan tetap dapat berjalan," ujarnya.
Rino menambahkan, sebelum tersedia akses internet BAKTI, dirinya kerap mencari lokasi lain yang memiliki koneksi internet lebih baik hanya untuk mengirimkan laporan. Kini, kondisi tersebut tidak lagi menjadi kendala sehingga pekerjaan menjadi lebih mudah dan pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih optimal.
"Sebelumnya, saya terkadang harus pergi ke resort atau kafe yang memiliki internet lebih cepat untuk mengirim laporan. Sekarang pekerjaan kami menjadi lebih mudah dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih baik," tuturnya.
Sekretaris Kampung Payung-Payung Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Rino (Instagram)