Kemenkes Serahkan Hasil Investigasi Kasus Kematian Dokter Icha ke Polisi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Jul 2026, 17:42
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tangkapan layar - Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Kemenkes Yuli Farianti menyampaikan paparan dalam rapat bersama Panita Kerja (Panja) Jaminan Kesehatan Nasional Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 26 Tangkapan layar - Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Kemenkes Yuli Farianti menyampaikan paparan dalam rapat bersama Panita Kerja (Panja) Jaminan Kesehatan Nasional Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 26 (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memilih untuk tidak membuka secara rinci hasil investigasi internal terkait dugaan intimidasi yang diduga berujung pada meninggalnya dokter Icha di Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hasil penyelidikan tersebut akan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk mendukung proses hukum yang tengah berlangsung.

Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (Dirjen SDMK) Kemenkes, Yuli Farianti, dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat, 3 Juli 2026, mengatakan keputusan tersebut diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap penyelidikan pidana yang saat ini ditangani aparat penegak hukum.

"Kasus ini sudah masuk dalam penyelidikan kepolisian. Oleh karena itu, Kemenkes nanti akan memberikan hasil investigasi kepada pihak berwenang agar dapat menjadi referensi bagi kepolisian," katanya.

Baca Juga: Keluarga Dokter Icha Duga Dua Anggota DPRD TTU Lakukan Intimidasi dalam Kondisi Mabuk

Yuli menjelaskan investigasi dilakukan oleh tim lintas sektor yang dibentuk atas arahan Menteri Kesehatan. Tim tersebut melibatkan unsur Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), serta Konsil Kedokteran Indonesia (KKI)

Sementara itu, Pelaksana Tugas Inspektur Jenderal Kemenkes Rudi Supriatna Nata Saputra mengatakan tim investigasi telah menghimpun berbagai bahan dan keterangan dari sejumlah pihak, termasuk keluarga almarhumah, perawat pendamping, hingga para dokter yang terlibat dalam penanganan kasus tersebut.

Menurut Rudi, pemeriksaan tidak hanya berfokus pada dugaan intimidasi atau kekerasan verbal yang dilakukan oleh oknum warga, tetapi juga mencakup evaluasi terhadap prosedur pelayanan medis pada pasien korban gigitan ular yang menjadi awal rangkaian peristiwa.

Baca Juga: Anggota DPRD TTU Veronika Lake Klarifikasi Soal Kematian Dokter Icha yang Diduga Bunuh Diri

"Berkaitan dengan layanan yang berhubungan dengan adanya pasien yang mengalami luka gigitan ular, itu sudah dicermati dan dilakukan evaluasi ternyata memang sudah dilakukan sesuai prosedur dan pihak-pihak dokter di sana pun sudah konsultasi dengan pakar," ucap dia.

Di sisi lain, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur telah mengambil alih penyelidikan dugaan intimidasi terhadap dr Icha. Polda NTT membentuk Tim Joint Investigation untuk mengusut kasus tersebut secara profesional, objektif, transparan, serta berdasarkan bukti yang ada.

(Sumber: Antara)

x|close