Keluarga Dokter Icha Laporkan Dugaan Intimidasi ke Polda NTT

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Jul 2026, 17:54
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Keluarga mendiang dokter Icha saat melaporkan kasus dugaan intimidasi di Polda NTT, Jumat, 3 Juli 2026 Keluarga mendiang dokter Icha saat melaporkan kasus dugaan intimidasi di Polda NTT, Jumat, 3 Juli 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -  Keluarga mendiang dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha secara resmi melaporkan dugaan intimidasi yang diduga dilakukan oleh tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara ke Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT).

Setibanya di Markas Polda NTT, pihak keluarga langsung mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) untuk menyampaikan laporan terkait dugaan intimidasi tersebut.

Berdasarkan pantauan ANTARA, keluarga yang hadir meliputi kedua orang tua dokter Icha, Gabriel Pakaenoni dan Nur Azizah, serta dua adiknya, Tiara Maharani Dwi Pakaenoni dan Eflin Pakaenoni.

Eflin terlihat membawa bingkai foto mendiang kakaknya saat berjalan bersama anggota keluarga menuju ruang SPKT.

Dalam kesempatan itu juga tampak hadir Wakil Direktur Tindak Pidana Perempuan dan Anak-Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polda NTT Ajun Komisaris Besar Polisi Samuel Sambolon.

Baca Juga: Keluarga Dokter Icha Duga Dua Anggota DPRD TTU Lakukan Intimidasi dalam Kondisi Mabuk

Sebelumnya, pada Jumat, 26 Juni 2026, dokter Icha ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri.

Kematian dokter Icha diduga berkaitan dengan intimidasi yang dialaminya dari tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara saat bertugas sebagai dokter jaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona, Kota Kefamenanu, pada Sabtu, 13 Juni 2026.

Hingga berita ini diturunkan, keluarga dokter Icha masih berada di ruang SPKT untuk menyelesaikan proses pelaporan atas dugaan intimidasi tersebut.

Di kesempatan terpisah, Kepala Bidang Humas Polda NTT Komisaris Besar Polisi Henry Novika Chandra menyampaikan bahwa Polda NTT telah mengambil alih penanganan penyelidikan dugaan intimidasi terhadap dokter Icha. Untuk mengusut perkara itu, kepolisian membentuk tim joint investigation yang akan bekerja secara profesional, objektif, transparan, dan berlandaskan alat bukti.

Baca Juga: Anggota DPRD TTU Veronika Lake Klarifikasi Soal Kematian Dokter Icha yang Diduga Bunuh Diri

Henry menjelaskan, pembentukan tim tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil asistensi bersama Bareskrim Polri guna memperkuat proses penyelidikan maupun penyidikan.

"Kapolda NTT menginstruksikan agar penanganan perkara dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan sejumlah fungsi di lingkungan Polda NTT dan Polres jajaran," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa Kapolda NTT telah memerintahkan agar seluruh fakta hukum serta potensi alat bukti digali secara menyeluruh melalui mekanisme joint investigation.

Penanganan kasus ini, lanjutnya, mengedepankan metode scientific crime investigation sehingga setiap kesimpulan yang diambil benar-benar didasarkan pada alat bukti yang sah sesuai ketentuan hukum.

(Sumber: Antara)

x|close