Ntvnews.id, Kabupaten Tangerang – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan proses penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, terus menunjukkan perkembangan. Hingga Selasa, 7 Juli 2026, sekitar 50 persen dari total lahan terdampak seluas 18 hektare telah berhasil dikendalikan.
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan mengatakan capaian tersebut meningkat dibandingkan laporan sebelumnya yang berada di angka 45 persen.
"Ini kemarin saya laporkan 45 persen. Dan saat ini sudah hampir 50 persen lahan kebakaran kita kendalikan. Karena kita sudah menyasar ke arah barat TPA Jatiwaringin," kata Djohan Darmawan di Tangerang, Selasa.
Selain pengendalian titik api, kondisi kebersihan di kawasan terdampak juga terus membaik dan kini telah mencapai sekitar 70 persen.
Baca Juga: Begini Kondisi Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin Capai 45 Persen pada Hari Ketujuh
Djohan menjelaskan hasil tersebut merupakan buah kerja sama berbagai pihak selama delapan hari operasi pemadaman. Unsur yang terlibat meliputi BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Kementerian Kehutanan (Kemenhut), TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, hingga sektor swasta.
"Mencari solusi itu pasti step by step. Saat ini perkembangannya sudah sangat signifikan. Titik api sudah hampir tidak ada, namun jika terkena angin kencang memang asap masih bisa muncul. Tapi Alhamdulillah, pergerakan kita maju pesat," ucapnya.
Menurut Djohan, karakteristik kebakaran di TPA Jatiwaringin menyerupai kebakaran di lahan gambut sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi tim gabungan. Material seperti plastik, beling, dan berbagai jenis sampah lainnya menyulitkan petugas menjangkau sumber api.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, petugas menerapkan strategi khusus dengan melakukan penyemprotan dari permukaan serta mengerahkan alat berat guna membongkar tumpukan sampah yang masih menyimpan bara.
Baca Juga: Ratusan Personel dan 3 Helikopter Water Bombing Masih Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin
"Metode penguraian yaitu alat berat, seperti buldozer dan ekskavator, dikerahkan untuk mengais dan membongkar tumpukan sampah yang masih mengeluarkan asap," ujarnya.
Selain metode penguraian, petugas juga melakukan pendinginan mendalam dengan mengangkat material yang masih menyimpan panas (geothermal) ke permukaan. Setelah itu, material langsung disiram dan dibasahi untuk menurunkan suhu sehingga api tidak kembali muncul.
Upaya pemadaman turut diperkuat dengan dukungan puluhan mobil tangki berkapasitas 4.000 hingga 5.000 liter yang menyuplai kebutuhan air bagi petugas di sektor utara, selatan, dan tengah. Dengan sistem tersebut, mobil pemadam utama dapat tetap berada di lokasi tanpa harus keluar untuk mengisi ulang air.
"Sebanyak 500 personel gabungan kini difokuskan untuk menggempur area sektor barat mengikuti arah embusan angin. Selain jalur darat, operasi udara juga terus dioptimalkan," kata Djohan.
Baca Juga: KLH Siapkan Pembenahan Pengelolaan TPA Jatiwaringin Usai Kebakaran Terkendali
BNPB juga masih mengoperasikan empat helikopter water bombing untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses dari darat. Meski sebagian helikopter menjalani perawatan secara bergantian sesuai prosedur, operasi pengeboman air dipastikan tetap berlangsung secara optimal.
"Untuk pemadaman sampai tuntas! Sampai padam! Pokoknya intinya perintahnya itu sampai padam dan kita lakukan secepatnya. Jika status dua minggu itu berlalu dan belum tuntas, SK Daruratnya akan diperpanjang oleh pemerintah daerah," kata Djohan Darmawan.
(Sumber: Antara)
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan memberikan keterangan resmi terkit update pengendalian kebakaran di TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten pada Selasa, 7 Juli 2026 (Antara)