Jenazah Pilot AMA Korban Penembakan KKB Diterbangkan ke Kentucky untuk Dimakamkan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Jul 2026, 18:15
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Dirut PT AMA Bob Kayadu (kanan berkemeja coklat). Dirut PT AMA Bob Kayadu (kanan berkemeja coklat). (Antara)

Ntvnews.id, Jayapura - Jenazah pilot PT Assosiation Mission Aviasion (AMA) Nicholas Goselin (29) yang meninggal dunia setelah ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Balinggama, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, diterbangkan pada Selasa, 7 Juli 2026 menuju Kentucky, Amerika Serikat, untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Direktur Utama PT AMA Bob Kayadu mengatakan proses pengiriman jenazah tersebut difasilitasi oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Jakarta.

"Pengiriman jenazah pilot Nicholas Goselin untuk dimakamkan ke kampung halamannya di Kentucky, difasilitasi oleh Kedubes AS di Jakarta," kata Direktur Utama PT AMA Bob Kayadu kepada ANTARA di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa, 7 Juli 2026.

Bob menjelaskan, Nicholas Goselin telah bergabung dengan PT AMA selama tiga tahun sebelum meninggal dunia. Saat kejadian, pilot tersebut masih berstatus lajang.

Baca JugaJenazah Pilot Berhasil Dievakuasi dan Diserahkan kepada Keluarga

Sebelumnya, Bob menyebut insiden penembakan tersebut terjadi setelah pesawat Pilatus Porter milik AMA yang dikemudikan Nicholas Goselin tiba di lapangan terbang Balinggama. Pesawat tersebut membawa tujuh penumpang dari Wamena.

"KKB selain menembak pilot Nicholas Goselin hingga tewas, juga membakar pesawat Pilatus Porter milik AMA sesaat setelah mendarat di lapangan tembak Balinggama dengan membawa tujuh penumpang dari Wamena," kata Bob Kayadu.

Sebagai bentuk penghormatan dan duka cita atas peristiwa tersebut, manajemen PT AMA memutuskan menghentikan sementara seluruh layanan penerbangan mulai 6 hingga 13 Juli 2026.

Baca Juga:Jenazah Pilot AS Korban Penembakan di Yahukimo Dibawa ke Jayapura

Bob menyampaikan bahwa PT AMA selama ini melayani sekitar 50 lapangan terbang perintis di wilayah Tanah Papua. Operasional tersebut didukung oleh tujuh unit pesawat dan 16 orang pilot.

(Sumber: Antara)

 
 
x|close