Kronologi 2 Bom Meledak Dekat Hotel Macron di Suriah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jul 2026, 08:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Seorang pria mengibarkan bendera oposisi Suriah saat merayakan runtuhnya rezim Partai Baath yang bekuasa selama 61 tahun di Perlintasan Perbatasan Masnaa, Lebanon, Minggu, 8 Desember 2024. Pemberontak Suriah mengumumkan mereka berhasil menggulingkan Seorang pria mengibarkan bendera oposisi Suriah saat merayakan runtuhnya rezim Partai Baath yang bekuasa selama 61 tahun di Perlintasan Perbatasan Masnaa, Lebanon, Minggu, 8 Desember 2024. Pemberontak Suriah mengumumkan mereka berhasil menggulingkan (Antara)

Ntvnews.id, Dasmaskus - Dua ledakan bom mengguncang Ibu Kota Damaskus, Suriah, saat Presiden Prancis Emmanuel Macron menjalani kunjungan resmi pada Selasa, 7 Juli 20226. Ledakan terjadi di sekitar hotel tempat Macron menginap.

Istana Kepresidenan Prancis, Elysee, memastikan Macron berada dalam kondisi selamat dan tetap melanjutkan seluruh agenda kunjungannya di Damaskus.

Berdasarkan laporan yang beredar, Macron telah meninggalkan hotel sebelum ledakan terjadi karena sedang dalam perjalanan menuju Istana Kepresidenan Suriah. Setelah itu, ia dipastikan bertemu Presiden Suriah Ahmed Al Sharaa sesuai jadwal.

Dilansir dari AFP, Rabu, 8 Juli 2026, ledakan pertama terdengar hingga ke berbagai penjuru Damaskus, disusul munculnya kepulan asap di sekitar Hotel Four Seasons. Aparat keamanan segera menutup akses menuju lokasi, sementara sejumlah ambulans dikerahkan untuk menangani para korban.

Kementerian Dalam Negeri Suriah mengungkapkan bahwa satu bom disembunyikan di dalam sebuah mobil yang diparkir di tepi jalan, sedangkan bom lainnya dipasang di sebuah tempat sampah.

Baca Juga: Trump Dorong Suriah Hadapi Hizbullah, Kritik Cara Israel Menangani Konflik

Menurut keterangan petugas, kedua bom tersebut meledak "saat persiapan sedang dilakukan" untuk proses penjinakan. Akibat insiden itu, sebanyak 18 orang mengalami luka-luka, termasuk empat anggota kepolisian.

Seorang fotografer AFP yang berada di dekat Kementerian Pariwisata Suriah, tepat di seberang lokasi kejadian, mengaku melihat sejumlah jendela bangunan pecah akibat salah satu ledakan tersebut.

Sebelumnya, jadwal kunjungan Macron ke Suriah sempat mengalami penundaan hingga pesawat yang membawanya mendarat pada Senin, 6 Juli 2026.

Macron menjadi pemimpin pertama dari negara Eropa Barat yang berkunjung ke Suriah sejak pemerintahan Bashar Al Assad tumbang pada 2024.

Baca Juga: Infografik: Indonesia dan Singapura Sepakati 26 Kemitraan Strategis

Selama berada di Damaskus, Macron mengadakan pertemuan dengan Presiden Ahmed Al Sharaa untuk membahas upaya rekonstruksi Suriah pascaperang. Dalam kesempatan tersebut, ia juga kembali menyerukan pentingnya persatuan nasional dan penghormatan terhadap keberagaman.

Setelah pertemuan bilateral, Presiden Prancis dijadwalkan menghadiri sebuah forum ekonomi yang membahas proses pembangunan kembali Suriah serta pengembangan koridor strategis negara tersebut.

Sebelum kunjungan Macron, Presiden Prancis terakhir yang datang ke Suriah adalah Nicolas Sarkozy pada 2009. Sementara itu, pada Mei 2025 lalu, Macron juga telah menerima kunjungan resmi Ahmed Al Sharaa di Prancis, yang menjadi lawatan perdana pemimpin Suriah tersebut ke negara Eropa.

x|close