Jerman Resmi Beli Rudal Tomahawk dari AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jul 2026, 22:03
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Kanselir Jerman Friedrich Merz saat konferensi pers di Kantor Kanselir, Berlin, Jerman, pada Kamis, 9 April 2026. Kanselir Jerman Friedrich Merz saat konferensi pers di Kantor Kanselir, Berlin, Jerman, pada Kamis, 9 April 2026. (Antara)

Ntvnews.id, BerlinJerman dan Amerika Serikat resmi mencapai kesepakatan pembelian rudal Tomahawk buatan AS. Kesepakatan tersebut diumumkan Kanselir Jerman Friedrich Merz usai Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turkiye, Kamis, 9 Juli 2026.

Merz mengatakan persetujuan itu dicapai melalui pembicaraan dengan pemerintah AS di sela-sela pertemuan NATO. Rudal Tomahawk nantinya akan ditempatkan di wilayah Jerman sebagai bagian dari penguatan sistem pertahanan negara tersebut.

"Kami telah mencapai kesepakatan dengan Pemerintah AS di sela-sela pertemuan NATO di Ankara, bahwa kami akan membeli rudal Tomahawk buatan AS dan menempatkannya di Jerman. Hal ini akan membantu kami menutup celah strategis penting dalam pertahanan kami," kata Merz dalam pidatonya setelah KTT NATO di Ankara, Turkiye.

Selain mengandalkan pengadaan rudal dari Amerika Serikat, Merz menegaskan Jerman juga akan mengembangkan sistem persenjataannya sendiri yang nantinya ditempatkan di kawasan Eropa.

Baca JugaKritik Intervensi Trump di Piala Dunia, Jerman: Politik Tidak Punya Tempat di Lapangan

Sebelumnya, Pentagon sempat mempertimbangkan untuk membatalkan penjualan rudal Tomahawk kepada Jerman. Salah satu pertimbangannya adalah kekhawatiran bahwa Rusia dapat memandang langkah tersebut sebagai bentuk eskalasi.

Merz juga menekankan bahwa meskipun NATO tetap merupakan aliansi transatlantik, negara-negara Eropa tidak bisa terus bergantung kepada pihak lain dalam menjaga keamanan kawasan.

"Hasilnya melebihi semua harapan saya. NATO bersatu, kuat, dan percaya diri," tegasnya.

Dalam kesempatan sebelumnya saat penutupan KTT NATO di Ankara, Merz menyebut aliansi pertahanan itu telah memasuki babak baru dengan peran Eropa yang semakin besar.

Baca JugaPresiden Jerman Desak Reformasi Besar-besaran PBB

"Mulai hari ini, NATO lebih Eropa dari sebelumnya. Namun, NATO tetap berlandaskan kuat pada kemitraan transatlantik," ujarnya.

(Sumber: Antara)

x|close