Ntvnews.id
Saat meninjau proses pembebasan lahan di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Jumat, 10 Juli 2026, Pramono meyampaikan bahwa Pemprov DKI telah menyiapkan sejumlah rusun yang dapat ditempati warga apabila bersedia direlokasi.
"Kita juga menawarkan fasilitas rumah susun yang dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta, karena memang ada beberapa rusun, kalau mereka mau, tentunya kita akan fasilitasi itu," katanya.
Politisi PDI Perjuangan tersebut menjelaskan, pemerintah telah menyediakan beberapa pilihan rumah susun yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta, di antaranya Rusun Rorotan, Jagakarsa, dan Pulogebang.
Meski demikian, ia mengakui tidak semua warga bersedia pindah ke rusun karena sebagian besar telah lama menetap dan memiliki ikatan sosial dengan lingkungan tempat tinggal mereka saat ini.
Baca Juga: Pramono Kebut Pembebasan Lahan di Cawang untuk Normalisasi Kali Ciliwung
Pembebasan lahan di bantaran kali Ciliwung, Jakarta Timur (10/7) (Ntvnews.id/Adiansyah)
"Kita siapkan, di antaranya adalah di Rorotan, Jagakarsa, Pulogebang dan sebagainya, itu bisa ditempati," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga mengungkapkan bahwa proses pembebasan lahan di kawasan Cawang mencakup sekitar 170 rumah yang berada di sepanjang rencana normalisasi Kali Ciliwung.
Pemprov DKI menargetkan seluruh proses pembebasan lahan dapat diselesaikan sebelum akhir tahun 2026 agar pembangunan fisik segera dimulai.
Pramono optimistis penyelesaian pembebasan lahan akan mempercepat normalisasi Kali Ciliwung di sejumlah wilayah strategis, mulai dari Rawajati, Pengadegan, Cawang, hingga Cililitan. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, proyek tersebut ditargetkan rampung pada tahun 2027, bertepatan dengan peringatan 500 tahun Kota Jakarta.
Selain Kali Ciliwung, Pemprov DKI Jakarta juga akan melanjutkan program normalisasi di Kali Krukut dan Kali Cakung Lama sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengendalian banjir di Ibu Kota.
Pramono pun berharap, seluruh rangkaian proyek tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam beberapa tahun mendatang.
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)