Mentrans Dorong Konten Kreator Bantu Perluas Pasar Produk Kawasan Transmigrasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Jul 2026, 19:00
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Transmigrasi Republik Indonesia Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara saat memaparkan materi program Kementerian Transmigrasi saat FYC Fest - Festival Ekosistem Digital di Surabaya, Sabtu, 11 Juli 2026. Menteri Transmigrasi Republik Indonesia Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara saat memaparkan materi program Kementerian Transmigrasi saat FYC Fest - Festival Ekosistem Digital di Surabaya, Sabtu, 11 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Surabaya - Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengajak konten kreator memanfaatkan ekosistem digital untuk memasarkan produk dari kawasan transmigrasi. Langkah tersebut dinilai dapat memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat transmigran.

Saat menghadiri FYC Fest atau Festival Ekosistem Digital di Surabaya, Sabtu, 11 Juli 2026, Iftitah menegaskan bahwa konsep transmigrasi kini tidak lagi sebatas memindahkan penduduk ke wilayah baru, melainkan membangun pusat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Transmigrasi hari ini bukan lagi sekadar pemindahan orang, tetapi bagaimana kita menciptakan ekosistem ekonomi yang baru," kata Iftitah di sela kegiatan FYC Fest - Festival Ekosistem Digital di Surabaya, Sabtu, 11 Juli 2026.

Ia menjelaskan Kementerian Transmigrasi tengah mengembangkan konsep transmigrasi digital dengan membangun ekosistem ekonomi secara menyeluruh. Program tersebut mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendampingan masyarakat, pemanfaatan teknologi, hingga perluasan akses pasar bagi produk-produk dari kawasan transmigrasi.

Baca JugaMentrans Dorong Kawasan Transmigrasi Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Investasi

Menurut Iftitah, kawasan transmigrasi memiliki potensi ekonomi yang luas, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, pertambangan, migas, hingga pariwisata. Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan pelaku ekonomi digital.

Ia juga mengungkapkan pemerintah terus memperkuat program pendampingan masyarakat dengan melibatkan kalangan akademisi. Tahun lalu, sebanyak 2.000 peneliti dari tujuh perguruan tinggi diterjunkan ke kawasan transmigrasi.

Pada tahun ini, sebanyak 1.476 peserta dari 10 perguruan tinggi terbaik bersama 143 perguruan tinggi lokal akan menjalankan kegiatan riset, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat di berbagai kawasan transmigrasi.

Iftitah menilai konten kreator dan affiliator dapat berperan sebagai bagian dari rantai pemasaran produk kawasan transmigrasi sehingga nilai jual komoditas meningkat dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Baca JugaKementrans Dorong Lahirnya Ribuan Pusat Ekonomi Baru di Seluruh Indonesia

"Kita nanti akan bekerja sama, para transmigran juga menjadi konten kreator dan menjadi affiliator," ujarnya.

Ia mencontohkan komoditas mangga dari Jawa Timur yang memiliki kualitas untuk bersaing di pasar internasional. Namun, hingga kini ekspor ke Jepang masih terkendala persoalan hama lalat buah.

Karena itu, Kementerian Transmigrasi akan bekerja sama dengan Badan Karantina Nasional dan Kementerian Pertanian guna mengatasi hambatan tersebut agar peluang ekspor semakin terbuka dan harga jual di tingkat petani dapat meningkat.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan teknologi digital seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas daerah, bukan hanya menjadikan masyarakat sebagai konsumen.

Menurut Emil, Jawa Timur yang memiliki nilai perekonomian lebih dari Rp3.000 triliun setiap tahun berpeluang menjadi penghubung antara daerah asal dan tujuan transmigrasi melalui penguatan jaringan usaha serta pemanfaatan teknologi digital.

"Kalau kita menjadi pasar tapi tidak menjadi produsen, maka digitalisasi itu akan lebih banyak menyebabkan kita menyerap barang dari luar ketimbang mendorong peningkatan produktivitas di Jawa Timur," katanya.

Ia menambahkan pelaku usaha di Jawa Timur didorong menjadi off-taker bagi produk dari kawasan transmigrasi sehingga tercipta sinergi ekonomi yang saling menguntungkan antardaerah.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperluas konektivitas digital dengan mengurangi wilayah blank spot melalui kerja sama dengan Telkom Group dan pemanfaatan program Universal Service Obligation (USO), sehingga akses internet dapat menjangkau lebih banyak daerah terpencil.

Emil menilai paradigma transmigrasi kini telah bergeser menjadi pembangunan ekosistem ekonomi antardaerah yang saling terhubung melalui teknologi digital.

"Sehingga mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru dan memperkuat perekonomian nasional," tuturnya.

(Sumber: Antara)

x|close