Iran Akui Luncurkan Serangan ke Fasilitas Militer AS dan Radar Oman

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jul 2026, 19:44
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Asap membubung setelah Iran melancarkan serangan rudal yang menargetkan markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama—sebuah tindakan yang disebut sebagai balasan atas serangan AS dan Israel Arsip foto - Asap membubung setelah Iran melancarkan serangan rudal yang menargetkan markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama—sebuah tindakan yang disebut sebagai balasan atas serangan AS dan Israel (Antara)

Ntvnews.id, Istanbul – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim telah melancarkan serangan terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain serta sistem radar yang berada di Oman. Informasi tersebut disampaikan media nasional Iran, IRIB.

Mengutip pernyataan Angkatan Laut IRGC pada Senin, 13 Juli 2026, IRIB melaporkan bahwa operasi tersebut melibatkan rudal dan pesawat nirawak yang diarahkan ke infrastruktur militer Amerika Serikat di Juffair, Bahrain. Selain itu, sasaran lainnya adalah sistem radar pengawasan udara jarak jauh dan radar pengawasan maritim yang berada di wilayah Oman.

Tidak lama setelah klaim tersebut diumumkan, Kementerian Dalam Negeri Bahrain menyatakan sirene peringatan serangan udara kembali berbunyi di berbagai wilayah negara itu. Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan segera menuju lokasi perlindungan terdekat.

Dalam keterangannya, IRGC menyebut satu-satunya cara agar Selat Hormuz kembali dibuka untuk lalu lintas pelayaran adalah apabila Amerika Serikat menghentikan campur tangan militernya di jalur perairan strategis tersebut serta menghormati kedaulatan negara-negara pesisir.

Baca Juga: Situasi Belum Kondusif, Iran Belum Buka Akses Pelayaran Selat Hormuz

IRGC juga memberikan peringatan bahwa keberlanjutan aktivitas militer Amerika Serikat di Selat Hormuz akan memicu insiden yang lebih besar” yang berpotensi berdampak pada sektor minyak dan gas dunia.

Pernyataan terbaru itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat setelah serangkaian serangan terhadap kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz.

Sebelumnya, pada Minggu, 12 Juli 2026, IRGC mengumumkan penutupan Selat Hormuz bagi seluruh lalu lintas maritim hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

Sementara itu, pada Juni 2026, Iran dan Amerika Serikat sempat menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan. Kesepakatan tersebut bertujuan mengakhiri konflik militer sekaligus membuka jalan menuju perjanjian damai yang bersifat permanen.

Namun, setelah eskalasi terbaru terjadi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa nota kesepahaman dengan Iran tersebut telah "berakhir".

(Sumber: Antara)

x|close