Iran Nyatakan Selat Hormuz Akan Kembali Dibuka Jika AS Hentikan Intervensi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jul 2026, 18:58
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kapal kargo komersial dan kapal tanker minyak mentah yang berlabuh di Teluk Oman, lepas pantai Muscat, Oman, pada 21 Juni 2026, saat mereka bersiap untuk melintasi Selat Hormuz yang sangat penting. Lalu lintas maritim di sepanjang koridor perdagangan global yang vital ini mengalami gangguan serius menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang meningkat pada awal Februari. Kapal kargo komersial dan kapal tanker minyak mentah yang berlabuh di Teluk Oman, lepas pantai Muscat, Oman, pada 21 Juni 2026, saat mereka bersiap untuk melintasi Selat Hormuz yang sangat penting. Lalu lintas maritim di sepanjang koridor perdagangan global yang vital ini mengalami gangguan serius menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang meningkat pada awal Februari. (Antara)

Ntvnews.id, Teheran – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan Selat Hormuz akan kembali dibuka bagi lalu lintas pelayaran apabila Amerika Serikat menghentikan campur tangannya di jalur perairan strategis tersebut. Pernyataan itu disampaikan IRGC pada Senin, 13 Juli 2026.

Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Mehr, IRGC menegaskan, "Satu-satunya cara agar Selat Hormuz dibuka kembali untuk lalu lintas kapal adalah dengan mengakhiri intervensi tentara Amerika yang menginvasi selat ini, dan dengan menunjukkan penghormatan terhadap kedaulatan negara-negara atas perairan pesisir mereka sendiri."

IRGC juga mengingatkan bahwa jika campur tangan tersebut terus berlanjut, dampaknya akan semakin besar terhadap perdagangan minyak dan gas di tingkat global.

Baca Juga: Situasi Belum Kondusif, Iran Belum Buka Akses Pelayaran Selat Hormuz

Sementara itu, Amerika Serikat diketahui telah melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap Iran sejak Rabu, 8 Juli 2026.

Komando Pusat Amerika Serikat menyatakan operasi militer tersebut dilakukan sebagai respons atas dugaan campur tangan Iran terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan yang menyasar pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait, Bahrain, dan Yordania.

(Sumber: Antara)

x|close