Wihaji Dorong Perluasan Kesempatan Kerja Bagi Lulusan Berkebutuhan Khusus

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jul 2026, 23:30
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Seorang siswi SLB Negeri 2 Jakarta tengah menjahit usai jam pelajaran sebagai salah satu sarana menuangkan bakat melalui kegiatan ekstrakurikuler pada Senin, 13 Juli 2026 Seorang siswi SLB Negeri 2 Jakarta tengah menjahit usai jam pelajaran sebagai salah satu sarana menuangkan bakat melalui kegiatan ekstrakurikuler pada Senin, 13 Juli 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji menegaskan pentingnya memperluas akses kerja bagi lulusan berkebutuhan khusus saat mengunjungi SLB Negeri 2 Jakarta, Senin, 13 Juli 2026.

Dalam kunjungannya untuk meninjau pelaksanaan program Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah (GAMAS), Wihaji menilai anak-anak berkebutuhan khusus memiliki potensi dan kemampuan di bidang tertentu yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Menurutnya, dukungan dari orang tua dan guru menjadi faktor penting agar kemampuan tersebut dapat berkembang secara maksimal.

"Tadi saya sudah mendengar banyak aspirasi dari orang tua agar lulusan SLB bisa memperoleh kesempatan bekerja yang lebih luas setelah lulus SMA, untuk itu, saya akan meminta sejumlah pengusaha yang saya kenal untuk membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas, di mana salah satunya telah mempekerjakan lebih dari 200 pekerja berkebutuhan khusus," ujar dia.

Wihaji mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 250 ribu anak berkebutuhan khusus yang menempuh pendidikan di satuan pendidikan formal di Indonesia. Sementara itu, jumlah peserta didik berkebutuhan khusus di jalur pendidikan nonformal diperkirakan juga cukup besar. Khusus di DKI Jakarta, jumlah anak berkebutuhan khusus mencapai sekitar 6.000 orang.

Baca Juga: Pramono Resmikan PAUD untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Cilincing

"Keluarga merupakan unit terkecil dalam negara, sehingga pembangunan bangsa harus dimulai dari penguatan keluarga, termasuk keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus," katanya.

Ia turut memberikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus dengan penuh kesabaran. Selain keluarga, Wihaji juga menilai peran guru sangat penting dalam membimbing para siswa agar mampu mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki.

"Saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki sekitar 13 SLB. Fasilitas di SLB Negeri 2 ini sudah baik dan mampu memberikan kesempatan kepada anak berkebutuhan khusus untuk berkembang. Untuk itu, saya berharap agar keluarga dari anak-anak ini selalu memiliki optimisme bahwa anak-anak mereka tetap memiliki masa depan yang baik," tuturnya.

(Sumber: Antara)

x|close