14 Ribu Orang Meninggal Akibat Gelombang Panas di Eropa, Jerman Terbanyak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Jul 2026, 11:10
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Seorang wanita sedang mendinginkan badan di sebuah sistem kabut pendingin saat gelombang panas di Budapest, Hongaria, Rabu, 24 Juni 2026. Seorang wanita sedang mendinginkan badan di sebuah sistem kabut pendingin saat gelombang panas di Budapest, Hongaria, Rabu, 24 Juni 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Sedikitnya 14.000 orang dilaporkan meninggal di enam negara Eropa yang paling terdampak gelombang panas pada akhir Juni 2026. Angka tersebut jauh melampaui tingkat kematian normal berdasarkan data awal dan estimasi para peneliti, sebagaimana dilaporkan Politico.

Pada paruh kedua Juni, sekitar 6.800 kematian dini tercatat di Jerman. Sementara itu, Prancis mencatat sekitar 2.000 kematian, Belgia sebanyak 1.740 kematian, dan Belanda sekitar 480 kematian, berdasarkan laporan yang dirilis Senin, 13 Juli 2026.

Gelombang panas juga berdampak di Spanyol dan Inggris. Selama periode yang sama, Spanyol diperkirakan mencatat sekitar 810 kematian, sedangkan Inggris mencapai sekitar 2.200 kematian.

Baca JugaGelombang Panas di Jerman: Hingga AKhir Juni Lebih dari 5.000 Orang Tewas

  Seorang wanita berjalan di bawah sinar matahari saat gelombang panas dengan suhu mendekati 40 derajat Celsius di Duisburg, Jerman, Rabu, 24 Juni 2026. <b>(Antara)</b> Seorang wanita berjalan di bawah sinar matahari saat gelombang panas dengan suhu mendekati 40 derajat Celsius di Duisburg, Jerman, Rabu, 24 Juni 2026. (Antara)

Laporan tersebut menyebut lonjakan angka kematian diduga berkaitan dengan gelombang panas. Para peneliti tidak menemukan penyebab lain maupun ancaman kesehatan masyarakat yang dapat menjelaskan peningkatan jumlah korban jiwa tersebut.

Sejak pertengahan Juni, cuaca panas ekstrem melanda berbagai wilayah di Eropa. Suhu udara di sejumlah negara mendekati 40 derajat Celsius, bahkan di beberapa daerah telah melampaui angka tersebut.

Baca JugaGelombang Panas Kedua di Spanyol, 150 Kasus Kematian Meningkat

Pada pekan terakhir Juni, sejumlah negara di Eropa juga mencatat rekor suhu tertinggi baru selama periode gelombang panas.

(Sumber: Antara)

x|close