Trump Dikabarkan Kesal usai Netanyahu Kritik Rencana Penjualan F-35 ke Turkiye

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Jul 2026, 15:25
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan merasa geram setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan kritik secara terbuka terhadap rencana penjualan pesawat tempur F-35 buatan AS kepada Turkiye. Informasi tersebut diungkap situs berita Axios pada Kamis, 16 Juli 2026.

Mengutip dua pejabat Gedung Putih, Axios melaporkan bahwa hingga kini belum ada agenda pertemuan antara Trump dan Netanyahu. Hal itu berbeda dengan pemberitaan sejumlah media Israel yang sebelumnya menyebut Trump akan menerima kunjungan Netanyahu pada Senin, 20 Juli 2026.

Salah seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kemarahan Trump dipicu oleh pernyataan Netanyahu dalam wawancara bersama Fox News. Wawancara tersebut dilakukan sesaat sebelum Trump bertolak ke Ankara untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang berlangsung pada Senin, 7 Juli 2025 hingga Selasa, 8 Juli 2025.

Sementara itu, pejabat Gedung Putih lainnya mengungkapkan bahwa Trump menilai Netanyahu "tidak berhak" mencampuri rencana penjualan persenjataan tersebut.

Baca juga: Trump Klaim China Kuasai 220 Juta Data Pemilih AS dan Campuri Pemilu

Menurut laporan yang sama, Netanyahu telah berupaya meminta jadwal pertemuan dengan Trump selama lebih dari dua pekan. Sejak Trump kembali menjabat sebagai Presiden AS pada Januari 2025, Netanyahu tercatat sudah enam kali berkunjung ke Ruang Oval.

Sejumlah media Israel juga melaporkan bahwa Netanyahu semula dijadwalkan berangkat ke Washington pada akhir pekan ini untuk menghadiri pemakaman mendiang Senator Lindsey Graham sekaligus bertemu Trump pada Senin, 20 Juli 2026.

Namun, rencana perjalanan itu akhirnya dibatalkan pada Kamis, 16 Juli 2026 setelah upacara pemakaman Graham ditunda. Informasi tersebut disampaikan kantor Netanyahu melalui pernyataan resminya.

Dua pejabat Gedung Putih turut menyebut Netanyahu memang ingin bertemu Trump, tetapi hingga saat ini belum ada jadwal yang dipastikan maupun dimasukkan ke dalam agenda resmi Presiden AS.

Baca juga: Trump Batasi Masa Tinggal Pelajar Asing di AS

"Kesan kami adalah Bibi (panggilan akrab Netanyahu) berusaha mewujudkan pertemuan itu," kata seorang pejabat seperti dikutip Axios.

Axios menambahkan bahwa Gedung Putih belum sepenuhnya menutup peluang adanya pertemuan apabila Netanyahu nantinya datang ke Washington untuk menghadiri upacara peringatan bagi Graham.

Penundaan agenda tersebut terjadi ketika hubungan antara pemerintahan Trump dan pemerintahan Netanyahu dilaporkan semakin memanas, terutama terkait perang dengan Iran.

Laporan itu juga muncul setelah Wakil Presiden AS JD Vance pada Rabu, 15 Juli 2026 menyatakan bahwa sejumlah anggota pemerintahan Israel berupaya menghambat langkah diplomasi Washington dengan Teheran demi memperpanjang kampanye militer.

(Sumber: Antara)

x|close