Momen Prabowo Tinjau Hilirisasi Tebu hingga Bioetanol di Malang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Jul 2026, 16:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto meninjau proses pemanfaatan tebu dari sektor hulu hingga hilir, termasuk pengolahannya menjadi bioetanol, saat menghadiri panen raya di Pangkalan TNI AU (Lanud) Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Presiden Prabowo Subianto meninjau proses pemanfaatan tebu dari sektor hulu hingga hilir, termasuk pengolahannya menjadi bioetanol, saat menghadiri panen raya di Pangkalan TNI AU (Lanud) Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, (Istimewa)

Ntvnews.id, Malang - Presiden Prabowo Subianto meninjau proses pemanfaatan tebu dari sektor hulu hingga hilir, termasuk pengolahannya menjadi bioetanol, saat menghadiri panen raya di Pangkalan TNI AU (Lanud) Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat, 14 Mei 2026.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan, Lanud Abdulrachman Saleh menjadi percontohan pengembangan ekosistem tebu yang terintegrasi dari tahap budidaya hingga pengolahan produk turunannya.

Tebu yang diolah menjadi bioetanol berasal dari lahan perkebunan yang dibina dan dikelola TNI Angkatan Udara, termasuk di kawasan Lanud Abdulrachman Saleh. Proses pengolahannya dilakukan oleh PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) bersama Pertamina NRE.

"Lanud Abdulrachman Saleh Malang menjadi contoh pengembangan ekosistem tebu yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Selain menghasilkan gula, tebu juga diolah menjadi bioetanol, bahan bakar ramah lingkungan, pupuk organik, dan berbagai produk industri bernilai tambah yang mendukung ketahanan energi serta memperkuat industri nasional," kata Prasetyo.

Baca Juga: Indonesia Resmi Masuk Pendiri Organisasi AI Dunia

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga meninjau hasil pengelolaan lahan pangan yang didampingi tiga matra TNI, yakni TNI Angkatan Darat untuk komoditas padi, TNI Angkatan Laut untuk kedelai, serta TNI Angkatan Udara yang membina budidaya tebu.

Prabowo turut melihat berbagai produk hasil hilirisasi tebu, seperti gula dan bioetanol, yang dipamerkan di lokasi panen raya.

Prasetyo menjelaskan, sepanjang Januari hingga Juni 2026, pendampingan TNI Angkatan Darat telah mencakup 6,26 juta hektare lahan padi dengan produksi sekitar 19,2 juta ton beras atau berkontribusi terhadap 55,24 persen target produksi beras nasional tahun 2026.

Sementara itu, TNI Angkatan Laut mendampingi pengembangan kedelai di lahan seluas 2.432 hektare dengan potensi produksi mencapai 3.676 ton. Adapun TNI Angkatan Udara membina 236.048 hektare lahan tebu dengan potensi produksi 18,386 juta ton atau setara sekitar 1,36 juta ton gula, yakni sekitar 45,05 persen dari target produksi gula nasional tahun 2026.

Menurut Prasetyo, pemerintah optimistis target swasembada pangan dapat diwujudkan melalui kolaborasi erat antara TNI, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, badan usaha milik negara (BUMN), pelaku usaha, akademisi, serta para petani.

"Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat hilirisasi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Presiden Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta para kepala staf angkatan.

x|close