Arab Saudi Kecam Blokade Laut Houthi, Bakal Ambil Langkah Ini

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Jul 2026, 08:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi para pengikut Houthi. (REUTERS/KHALED ABDULLAH) Ilustrasi para pengikut Houthi. (REUTERS/KHALED ABDULLAH) (Antaranews.com)

Ntvnews.id, Riyadh - Pemerintah Arab Saudi mengecam keras keputusan kelompok pemberontak Houthi yang mengumumkan blokade laut terhadap kerajaan tersebut. Riyadh menegaskan akan mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk melindungi kapal-kapalnya dari segala ancaman.

Dilansir dari Al Jazeera, Rabu, 22 Juli 2026, Komando Pasukan Gabungan Koalisi yang dipimpin Arab Saudi juga memperingatkan bahwa setiap ancaman dari Houthi, yang berbasis di Yaman, akan dihadapi dengan tindakan yang "dengan tegas dan keras".

"Kementerian Luar Negeri menyampaikan kecaman keras Kerajaan Arab Saudi atas pernyataan yang dilontarkan oleh sosok yang disebut sebagai juru bicara militer dari milisi teroris Houthi, yang menuduh Kerajaan mengepung rakyat Yaman yang bersahabat dan mengklaim adanya penerapan blokade laut terhadap Kerajaan," demikian bunyi penyataan Kementerian Luar Negeri Saudi.

Sebelumnya, pada Senin, 20 Juli 2026, Houthi mengumumkan pemberlakuan blokade maritim terhadap Arab Saudi. Kelompok tersebut menyebut langkah itu bertujuan mencegah Riyadh menggunakan jalur alternatif dari Selat Hormuz untuk mengekspor energi maupun komoditas lainnya.

Menanggapi hal itu, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menegaskan pemerintah akan mengambil "semua tindakan yang diperlukan" guna melindungi armada pelayaran nasional sesuai hukum internasional dan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Hukum Laut 1982.

Baca Juga: PBB Desak Deeskalasi Usai Ancaman Houthi terhadap Arab Saudi

Secara terpisah, Juru Bicara Komando Pasukan Gabungan Koalisi, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah khusus bagi kapal yang melintasi Selat Bab al-Mandeb.

Al-Maliki kembali menegaskan bahwa seluruh ancaman dari Houthi akan direspons "dengan tegas dan keras". Menurutnya, tindakan kelompok tersebut merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai aksi pembajakan maritim.

Sementara itu, Juru Bicara Militer Houthi Yahya Saree menyatakan larangan pelayaran yang berkaitan dengan Arab Saudi mulai diberlakukan segera setelah pengumuman disampaikan melalui televisi Al-Masirah pada Senin, 20 Juli 2026.

Arsip foto - Seorang pengunjuk rasa memegang model rudal Houthi selama protes terhadap serangan Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza serta sanksi yang dipimpin AS terhadap kelompok Houthi di Sanaa, Yaman (16/2/2024). ANTARA/Xinhua/Mohammed Moham <b>(Antara)</b> Arsip foto - Seorang pengunjuk rasa memegang model rudal Houthi selama protes terhadap serangan Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza serta sanksi yang dipimpin AS terhadap kelompok Houthi di Sanaa, Yaman (16/2/2024). ANTARA/Xinhua/Mohammed Moham (Antara)

Saree menjelaskan kebijakan tersebut merupakan balasan atas blokade yang diterapkan Arab Saudi terhadap pelabuhan dan bandara di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, serta serangan terhadap Bandara Internasional Sanaa pada pekan lalu.

Ia menegaskan Houthi akan membalas setiap blokade yang dilakukan Saudi dengan tindakan serupa.

"Setiap tindakan bodoh yang dilakukan oleh musuh Saudi yang gegabah melalui segala bentuk eskalasi akan dibalas dengan eskalasi yang menyeluruh dan tegas," ucapnya.

x|close