Usai Euforia Piala Dunia, Ribuan Warga Argentina Kembali Turun ke Jalan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Jul 2026, 05:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Spanyol vs Argentina Spanyol vs Argentina (X: Spanyol)

Ntvnews.id, Euforia Piala Dunia 2026 di Argentina telah usai. Seiring berakhirnya turnamen, gelombang demonstrasi yang sempat mereda kini kembali memenuhi jalanan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Presiden Javier Milei.

Dilansir dari AFP, Jumat, 24 Juli 2026, ribuan warga memadati sejumlah ruas jalan di Buenos Aires pada Rabu, 22 Juli 2026 waktu setempat untuk menentang kebijakan penghematan anggaran (austerity) yang diterapkan pemerintahan Milei.

Aksi unjuk rasa tersebut sebenarnya telah berlangsung secara rutin dalam beberapa waktu terakhir. Namun, intensitas demonstrasi sempat menurun selama berlangsungnya Piala Dunia 2026.

Sebelum turnamen digelar, kelompok pensiunan secara konsisten mengadakan aksi mingguan di depan gedung Kongres guna menuntut kenaikan dana pensiun serta layanan kesehatan yang lebih layak. Sejumlah aksi itu bahkan kerap dibubarkan aparat kepolisian.

Selama Piala Dunia berlangsung, perhatian publik beralih untuk memberikan dukungan kepada tim nasional Argentina yang akhirnya menutup turnamen sebagai runner-up.

Setelah kompetisi berakhir, ribuan warga kembali memenuhi ibu kota Argentina untuk menyuarakan penolakan terhadap kebijakan ekonomi Presiden Milei. Aksi tersebut mendapat dukungan dari Konfederasi Buruh Umum (CGT), organisasi serikat buruh terbesar di Argentina, bersama partai-partai berhaluan kiri dan para pendukungnya.

Mobilisasi massa dalam jumlah besar sempat mengganggu akses menuju Buenos Aires. Bentrokan antara demonstran dan aparat kepolisian juga dilaporkan terjadi di kawasan Avellaneda, wilayah pinggiran ibu kota.

"Dua puluh persen orang menjadi jutawan, sedangkan 80 persen dari kita yang berada di bawah tetap sama, bertahan dengan gaji yang rendah," ujar salah seorang demonstran, Raul Maldonado (69).

Baca Juga: Spanyol Geser Argentina di Puncak Ranking FIFA Usai Juara Piala Dunia 2026

Saat ini, hampir separuh dari sekitar 7,8 juta pensiunan di Argentina hanya memperoleh dana pensiun minimum. Jika ditambah bonus, total yang diterima sekitar USD 330 per bulan, atau kurang dari sepertiga jumlah yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga lanjut usia di negara tersebut.

Sekretaris Jaminan Sosial CGT, Hugo Benitez, menyatakan serikat buruh akan terus meningkatkan intensitas aksi demonstrasi. Menurutnya, Argentina tengah menghadapi 'situasi kritis bagi seluruh pekerja'.

Selama sekitar dua setengah tahun memimpin, Presiden Milei mengandalkan kebijakan austerity untuk menurunkan inflasi dari hampir 200 persen menjadi 33 persen. Meski dinilai berhasil menekan inflasi, kebijakan itu menuai kritik karena dianggap menimbulkan dampak sosial yang berat bagi masyarakat.

Milei mengakui masyarakat sedang menghadapi tekanan ekonomi yang besar. Meski demikian, dia menegaskan bahwa 'kesabaran' dibutuhkan demi mendukung proses pemulihan ekonomi Argentina dalam jangka panjang.

Di tengah derasnya kritik terhadap reformasi ekonomi yang dijalankan pemerintah, otoritas tetap menyoroti keberhasilan mencatat surplus fiskal serta meningkatnya peringkat kredit negara.

"Kami sedang menciptakan kondisi agar lapangan kerja membaik, upah meningkat, dan pendapatan seluruh populasi naik," ujar Wakil Menteri Ekonomi Jose Luis Daza.

Pernyataan tersebut langsung mendapat tanggapan dari tokoh serikat buruh Argentina, Horacio Jerez. Menurutnya, kondisi ekonomi makro tidak mencerminkan realitas yang dihadapi masyarakat sehari-hari karena daya beli warga justru terus melemah.

"Kondisi makroekonomi adalah satu hal, tetapi kehidupan sosial sehari-hari seluruh rakyat Argentina adalah hal yang sama sekali berbeda," tegas Jerez.

x|close