Zelenskyy Akui Ukraina Hadapi Tantangan Besar dalam Mobilisasi Militer

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Jul 2026, 22:01
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Arsip foto - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. (Antara)

Ntvnews.idMoskow - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengakui negaranya menghadapi persoalan serius dalam proses mobilisasi personel untuk memperkuat angkatan bersenjata. Masalah tersebut terutama berkaitan dengan koordinasi yang belum optimal antara pihak militer dan Kementerian Pertahanan.

"Anda tahu bahwa tantangan besar adalah mobilisasi. Kami memerlukan pendekatan baru terhadap mobilisasi, langkah-langkah baru. Mungkin langkah baru, mungkin tidak terlalu cepat, mungkin bukan sesuatu yang bersifat radikal," kata Zelenskyy dalam wawancara dengan Sky News sebagaimana dilaporkan RIA Novosti dari Moskow, Senin, 27 Juli 2026.

Zelenskyy juga menyinggung perombakan kabinet yang baru dilakukan. Ia menyebut selama beberapa bulan terakhir terdapat kendala besar dalam komunikasi antara mantan Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina Oleksandr Syrskyi dan mantan Menteri Pertahanan Ukraina Mykhailo Fedorov.

Baca JugaZelenskyy Reshuffle Besar-besaran di Kabinet Ukraina

Menurut Zelenskyy, persoalan mobilisasi hanya dapat diselesaikan apabila terdapat kerja sama yang solid antara angkatan bersenjata dan Kementerian Pertahanan.

Setelah Fedorov mengundurkan diri, sejumlah aksi dukungan terhadap dirinya serta demonstrasi yang menentang Syrskyi berlangsung di Kiev dan beberapa kota lainnya.

Pada Rabu, 22 Juli 2026, Zelenskyy menandatangani dekret yang menunjuk Mykhailo Drapatyi sebagai panglima baru angkatan bersenjata Ukraina. Sebelumnya, Drapatyi menjabat sebagai Komandan Pasukan Gabungan.

 

Baca JugaZelenskyy Ungkap Ketergantungan Ukraina pada Dukungan AS

Pemerintah Ukraina dalam beberapa waktu terakhir menghadapi kekurangan personel di dalam angkatan bersenjata. Di sisi lain, tindakan aparat perekrutan militer yang melakukan penangkapan terhadap pria yang memenuhi syarat mobilisasi menuai kontroversi dan memicu aksi protes.

Sejumlah video terkait proses mobilisasi paksa juga beredar luas di media daring. Rekaman tersebut memperlihatkan petugas perekrutan membawa pria yang menjadi sasaran mobilisasi menggunakan kendaraan minibus. Dalam beberapa kasus, tindakan tersebut disebut diawali dengan aksi kekerasan.

Sementara itu, sebagian pria yang masuk kategori usia wajib militer di Ukraina berupaya menghindari mobilisasi dengan berbagai cara. Mereka di antaranya mencoba meninggalkan negara secara ilegal, menghindari aktivitas di luar rumah, bersembunyi, hingga melakukan tindakan terhadap kantor perekrutan militer.

(Sumber: Antara)

x|close