Trump Masih Beri Kesempatan Iran Capai Kesepakatan Sebelum Tindakan Militer

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Agu 2026, 13:45
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Peta Selat Hormuz dan pesisir Fujairah di Dubai, Uni Emirat Arab. Peta Selat Hormuz dan pesisir Fujairah di Dubai, Uni Emirat Arab. (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Washington masih membuka peluang bagi Iran untuk mencapai kesepakatan sebelum mengambil langkah militer yang lebih tegas.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat, terutama terkait situasi di Selat Hormuz.

"Saya ingin memberi mereka setiap kesempatan terakhir sebelum tindakan militer yang menargetkan kepemimpinan mereka. Sangat sulit melakukan apa yang telah kami rencanakan, yang masih tetap direncanakan," kata Trump kepada wartawan pada Senin, 3 Agustus 2026.

"Kita lihat saja apa yang akan terjadi, tetapi itu adalah hal yang sangat, sangat berat untuk dilakukan. Saya sangat bangga karena saya akan memberi banyak pihak sebuah kesempatan," ujarnya.

Baca JugaIran Bantah Negosiasi dengan AS, Trump Murka

Sebelumnya, pada Kamis, 18 Juni 2026, Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik yang berlangsung sejak Sabtu, 28 Februari 2026.

Namun, pada Rabu, 8 Juli 2026, Trump menyatakan kesepakatan gencatan senjata tersebut sudah tidak berlaku lagi. Setelah itu, militer Amerika Serikat melancarkan sejumlah serangan terhadap Iran.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz.

Iran kemudian membalas dengan menyerang beberapa pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah.

Baca JugaTrump Konfirmasi Negoisasi dengan Iran akan Segera Digelar

Pada Minggu, 12 Juli 2026, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga Amerika Serikat menghentikan keterlibatannya di kawasan tersebut.

Sehari setelahnya, Senin, 13 Juli 2026, Trump menyatakan Amerika Serikat akan menjadi "penjaga" Selat Hormuz serta memberlakukan kembali blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close