BRIN Ciptakan FoodGuard, Alat Deteksi Gas Pembusukan pada Ompreng MBG

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Agu 2026, 21:33
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Dapur SPPG Babakan di Tangerang melibatkan 11 warga binaan Lapas Kelas 1 Tangerang sebagai relawan pencuci ompreng guna mendukung operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus menjadi sarana pemberdayaan sosial per April 2026. Dapur SPPG Babakan di Tangerang melibatkan 11 warga binaan Lapas Kelas 1 Tangerang sebagai relawan pencuci ompreng guna mendukung operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus menjadi sarana pemberdayaan sosial per April 2026. (Bakom)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satunya berupa perangkat pendeteksi gas pembusukan pada ompreng makanan.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan inovasi tersebut merupakan bagian dari penelitian yang diarahkan untuk mendukung berbagai program prioritas nasional.

"Salah satu contohnya adalah FoodGuard, perangkat yang ditempatkan pada ompreng untuk mendeteksi gas pembusukan dengan menggunakan multisensor dan model AI," kata Arif dalam Pertemuan Presiden RI dengan 150 Periset BRIN di Halaman Tengah Istana Negara Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.

Menurut Arif, inovasi BRIN untuk mendukung MBG tidak hanya berkaitan dengan keamanan makanan. Penelitian juga dilakukan di berbagai tahapan rantai pasok, mulai dari penyediaan bahan pangan hingga pengembangan mesin pengolahan.

"Pengemasan, deteksi halal, distribusi, sampai monitoring berbasis AI," tuturnya.

Baca Juga: Momen Prabowo Tinjau Langsung Hasil Riset dan Inovasi BRIN di Istana

Selain MBG, BRIN turut mengembangkan berbagai teknologi yang ditujukan untuk mendukung program Kampung Nelayan Merah Putih. Salah satu inovasi yang disiapkan adalah kapal nelayan dengan sistem penggerak berbasis listrik.

Berdasarkan hasil riset BRIN, penggunaan kapal tersebut berpotensi memangkas biaya operasional energi hingga 70 persen jika dibandingkan dengan kapal yang menggunakan bahan bakar minyak.

"BRIN juga menyiapkan teknologi budidaya, penyimpanan, pengeringan, dan pengolahan hasil sehingga nilai tambah tidak berhenti di laut tapi berlanjut hingga produksi siap dilakukan," ucapnya.

Di sektor kesehatan, BRIN juga mengembangkan sejumlah inovasi, termasuk kemampuan produksi vaksin tuberkulosis, obat-obatan, perangkat kesehatan digital, hingga produk kosmetik.

Berbagai hasil penelitian dan inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya BRIN dalam mendukung program-program prioritas yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

HIGHLIGHT

x|close