Ntvnews.id, Jakarta -Polda Metro Jaya memperkirakan jumlah massa aksi penyampaian pendapat di muka umum pada Kamis (27/8), yang terpusat di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, mencapai sekitar 500 orang.
"Kalau kita berbicara estimasi, sejauh ini masih sekitar 500 massa aksi. Kami menerima pemberitahuan dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu dan beberapa aliansi lainnya," kata Budi saat ditemui di Gedung DPR, Rabu (26/8).
Budi menambahkan, konsentrasi massa diperkirakan terpusat di kawasan Gedung DPR/MPR RI, dengan mengantisipasi kemungkinan bergabungnya elemen mahasiswa dalam barisan unjuk rasa tersebut.
Pihaknya juga menepis isu liar terkait penangkapan warga dan meluruskan bahwa kepolisian justru memfasilitasi masyarakat dalam pembuatan surat pemberitahuan aksi secara resmi.
"Terkait situasi di lapangan, Polda Metro Jaya memastikan hingga saat ini belum ada peserta aksi yang diamankan maupun ditemukan membawa senjata berbahaya," ucapnya.
Budi mengimbau seluruh peserta aksi untuk mematuhi aturan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.
"Kepolisian, TNI, dan Pemprov DKI akan memberikan ruang bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi. Kami hanya mengimbau peserta agar tidak merusak fasilitas umum dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya," tuturnya.
Selain mengawal jalannya aksi, pengerahan ribuan personel gabungan dipastikan bukan hanya berfokus pada titik unjuk rasa, melainkan juga untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas, operasional transportasi umum (MRT, LRT, Transjakarta), serta memastikan kegiatan sekolah dan perekonomian warga tetap berjalan aman dan kondusif.
Secara keseluruhan, Polda Metro Jaya telah menyiapkan personel pengamanan di berbagai titik strategis Jakarta untuk mengawal aksi yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (27/8). Kepolisian berkoordinasi erat dengan TNI, Pemprov DKI Jakarta, serta petugas pengamanan dalam (pamdal), mulai dari area DPR hingga instansi di sekitar Bundaran HI menuju Istana Kepresidenan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermano saat ditemui di Gedung DPR, Rabu (26/8/2026). (Antara)