Jakarta Siaga Kekeringan, Warga Diminta Hemat Air

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Sep 2026, 13:06
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis Dasarian I September 2026, sejumlah wilayah di DKI Jakarta termasuk dalam kategori Siaga. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis Dasarian I September 2026, sejumlah wilayah di DKI Jakarta termasuk dalam kategori Siaga. (bpbddkijakarta)

Ntvnews.id, Jakarta - Jakarta masuk status siaga kekeringan meteorologis pada awal September 2026. Sejumlah wilayah di DKI Jakarta tercatat berada dalam kategori Siaga berdasarkan peringatan dini kekeringan meteorologis yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Peringatan tersebut berlaku untuk periode 1-10 September 2026 atau Dasarian I September 2026. Kondisi ini membuat masyarakat Jakarta diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kekeringan.

Informasi tersebut dibagikan unggahan akun Instagram Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, @bpbddkijakkarta.

"Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis Dasarian I September 2026, sejumlah wilayah di DKI Jakarta termasuk dalam kategori Siaga," tulis keterangan, dikutip Jumat, 5 September 2026.

Masyarakat kemudian diimbau untuk mengantisipasi kondisi tersebut dengan menggunakan air secara bijak dan mengurangi penggunaan air yang tidak diperlukan.

Warga Jakarta Diminta Hemat Air

Kota Jakarta <b>(ntvnews.id/Bagas)</b> Kota Jakarta (ntvnews.id/Bagas)

Dalam menghadapi potensi kekeringan, masyarakat di wilayah yang masuk kategori Siaga dianjurkan menghemat persediaan air bersih.

Warga juga diminta menyiapkan cadangan air apabila diperlukan, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama periode dengan curah hujan rendah.

Selain persoalan ketersediaan air, kondisi kering juga dapat meningkatkan risiko lain, seperti kebakaran lahan, penurunan kualitas udara akibat debu, hingga potensi gangguan pada lingkungan sekitar.

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak membakar sampah maupun lahan secara sembarangan selama periode kekeringan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BPBD DKI Jakarta (@bpbddkijakarta)

Kondisi lingkungan yang lebih kering dapat membuat api lebih mudah menyebar dan meningkatkan risiko kebakaran. Karena itu, warga diharapkan ikut mencegah munculnya titik api di lingkungan permukiman maupun lahan terbuka.

Selain itu, masyarakat disarankan memeriksa instalasi listrik dan kompor sebelum meninggalkan rumah sebagai langkah pencegahan terhadap potensi kebakaran.

Cuaca kering juga berpotensi meningkatkan debu di sejumlah wilayah. Jika kualitas udara menurun, masyarakat dianjurkan menggunakan masker, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

Warga juga diminta rutin memantau perkembangan cuaca dan informasi peringatan dini dari sumber resmi, termasuk BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Masyarakat diimbau tidak mengabaikan peringatan dini dan tetap melakukan langkah antisipasi selama periode kekeringan meteorologis berlangsung. Dalam kondisi darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan Jakarta Siaga 112.

x|close