Ntvnews.id, Jakarta -Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rocky Gerung menegaskan bahwa esensi utama dari lembaga yang diampunya adalah bersikap kritis dalam merumuskan masukan bagi Presiden Prabowo Subianto.
“Kalau mengkritik, dewan ini justru fungsinya kritis, bukan kritik ya, beda tuh. Kritis terhadap kebijakan,” ujar Rocky usai pelantikan Wantimpres di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/9).
Menurut pandangannya, sikap analitis dan kritis tersebut sangat krusial mengingat setiap kebijakan negara selalu membawa implikasi ganda di tengah masyarakat, yang kerap melahirkan tafsir serta persepsi yang beragam, baik positif maupun negatif.
Rocky memaparkan bahwa Wantimpres memikul tanggung jawab untuk membedah berbagai persoalan kebijakan secara lebih mendalam. Tugas ini dijalankan dengan mengandalkan kepekaan etis serta kapasitas individu setiap anggota dalam membaca arah dinamika publik.
Nantinya, berbagai pertimbangan matang yang dihasilkan dewan akan diserahkan kepada kepala negara sebagai bahan rujukan dalam pengambilan keputusan strategis. Rocky lantas mengibaratkan mekanisme kerja tersebut serupa dengan struktur penyusunan sebuah ketetapan resmi.
Baca Juga: Dilantik Jadi Ketua Wantimpres, Pratikno Tegaskan Siap Beri Masukan dan Pertimbangan ke Prabowo
“Tugas dewan adalah mengingat dan menimbang dan memutuskan, penetapannya ada pada presiden. Jadi kita membuat pertimbangan, user-nya adalah Bapak Presiden,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo turut menitipkan pesan khusus mengenai posisi strategis Wantimpres yang menitikberatkan pada aspek etis alih-alih persoalan teknis. Oleh karena itu, para anggota dewan tidak diposisikan untuk mengurusi urusan operasional harian pemerintahan.
Rocky menilai, para anggota Wantimpres perlu menjaga jarak dari hiruk-pikuk peristiwa konkret. Langkah ini dinilai penting agar mereka memiliki ruang yang cukup untuk melakukan kontemplasi dan evaluasi komprehensif terhadap arah kebijakan pemerintah.
Dalam skala makro, Rocky mengibaratkan peran Wantimpres selayaknya sebuah komite pengawas (oversight committee) dalam struktur korporasi. Kendati demikian, karena beroperasi di ruang publik, lembaga ini dituntut memiliki keahlian khusus serta ketajaman insting dalam menangkap setiap persoalan yang tengah berkembang di tengah masyarakat.
(Sumber: Antara)
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) memberikan keterangan media di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). (Antara)