Ntvnews.id, Bangkok - Ratusan orang menggelar demonstrasi di depan Kedutaan Besar Israel di Bangkok, Thailand. Aksi tersebut dilakukan setelah Pemerintah Thailand memanggil Duta Besar Israel untuk membahas sejumlah persoalan terkait perilaku wisatawan asal Israel.
Demonstrasi dipimpin aktivis politik Thailand, Sondhi Limthongkul. Dalam aksinya, Sondhi membacakan surat terbuka yang ditujukan kepada Duta Besar Israel untuk Thailand, Alona Fisher-Kamm.
"Era basa-basi diplomatik dan sikap diam yang selama ini dianggap sebagai bentuk persetujuan sudah berakhir," kata Sondhi, seperti dikutip dari AP, Senin, 14 September 2026.
Sondhi menyoroti sejumlah tindakan wisatawan Israel yang dianggap melanggar hukum, mengganggu ketertiban umum, serta tidak menghargai tradisi dan kebudayaan masyarakat setempat. Dia juga mengingatkan Pemerintah Israel agar tidak memandang keramahan Thailand sebagai sebuah kelemahan.
"Kedermawanan tidak boleh disalahartikan sebagai kelemahan, keramahan tidak berarti tunduk pada eksploitasi, dan kesopanan bukanlah izin terbuka bagi siapa pun untuk bertindak tanpa konsekuensi di wilayah kedaulatan kami," ujarnya.
Baca Juga: Thailand Tegaskan Tidak Ada Wabah COVID-19 dengan Gejala Berat
Salah satu peristiwa yang menjadi sorotan berkaitan dengan seorang wisatawan Israel yang dinyatakan bersalah setelah mengancam pemilik kebun binatang di Koh Samui. Tempat tersebut diketahui memasang bendera Palestina.
Wisatawan itu kemudian dideportasi menggunakan aturan baru yang memungkinkan otoritas Thailand mengusir warga asing yang melanggar hukum maupun menunjukkan perilaku yang dinilai tidak diinginkan.
Persoalan mengenai perilaku wisatawan asing di Thailand sebenarnya tidak hanya melibatkan warga Israel. Pada Juli lalu, video pertengkaran antara seorang perempuan Thailand dan sejumlah mahasiswa Italia yang diduga membuat keributan di kereta Bangkok juga ramai di media sosial.
Kedutaan Besar Italia kemudian ikut menangani persoalan tersebut dan mengunggah video permintaan maaf dari kelompok mahasiswa itu.
Sebelumnya, Duta Besar Israel Alona Fisher-Kamm bertemu dengan Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow pada Selasa. Pertemuan tersebut membahas kekhawatiran terkait perilaku wisatawan Israel serta kemungkinan langkah yang dapat ditempuh untuk menangani persoalan tersebut.
Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar Israel di Thailand, Rami Teplitskiy, mengatakan pihaknya memperhatikan pemberitaan serta sentimen negatif yang muncul terkait wisatawan Israel.
"Kedutaan akan terus bekerja keras untuk membangun persahabatan yang berkelanjutan dan memastikan semua orang dapat menikmati Thailand dengan saling menghormati," kata Teplitskiy dalam video yang diunggah melalui Facebook.
Teplitskiy menambahkan, lembaga terkait dari kedua negara tengah berkoordinasi untuk mencari solusi atas persoalan tersebut. Ke depan, wisatawan Israel yang akan berkunjung ke Thailand akan diberikan panduan resmi mengenai kewajiban menghormati hukum dan budaya setempat.
Sementara itu, Sihasak menegaskan Thailand tetap menyambut wisatawan dari berbagai negara. Namun, menurutnya, keramahan tersebut tetap memiliki batas.
"Thailand adalah negara yang menyambut wisatawan, tetapi pada saat yang sama, keramahan kami bukan berarti wisatawan, terlepas dari kewarganegaraannya, dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan di Thailand," ujar Sihasak.
Data menunjukkan lebih dari 277.000 warga Israel berkunjung ke Thailand selama delapan bulan pertama 2026. Jumlah tersebut meningkat sekitar 7% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Ilustrasi - Bendera Thailand di kota Bangkok. ANTARA/Pixabay/pri. (Antara)