Barcak Obama Peringatkan AI Bisa Sangat Berbahaya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Sep 2026, 08:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Mantan Presiden AS Barack Obama Mantan Presiden AS Barack Obama (Der Spiegel)

Ntvnews.id, Washinton D.C - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama memperingatkan perkembangan kecerdasan buatan (AI) berpotensi menimbulkan bahaya apabila tidak segera diikuti dengan regulasi dan pengawasan yang memadai.

Pernyataan tersebut disampaikan Obama dalam acara penggalangan dana tertutup pada Kamis, 10 September 2026. Ia menyoroti perkembangan teknologi AI yang berlangsung sangat cepat, khususnya di sektor swasta.

"Ini adalah sesuatu yang bergerak sangat cepat di tangan swasta, dan jika kita tidak segera mengendalikannya, saya pikir ini bisa berbahaya," kata Obama dalam pernyataannya, dikutip dari Reuters, Senin, 14 September 2026.

Obama juga mendorong Partai Demokrat menyusun kerangka kebijakan dan tata kelola AI yang lebih jelas untuk menghadapi perkembangan teknologi tersebut.

Dalam kesempatan itu, Obama meminta Pemimpin Minoritas Parlemen AS Hakeem Jeffries membantu membuka ruang dialog publik mengenai kebijakan AI apabila Partai Demokrat berhasil kembali menguasai parlemen setelah pemilu sela pada 3 November.

"Begitu Anda menjadi speaker, saya sangat mendorong agar Demokrat menyusun kerangka untuk dialog publik yang sangat terbuka," kata Obama kepada Jeffries.

Selain itu, Obama meminta para kandidat dalam pemilihan presiden AS 2028 menjadikan isu AI sebagai salah satu agenda penting dalam kampanye mereka.

Baca Juga: Trump Tolak Minta Maaf Sebarkan Video Rasis Obama

Menurutnya, setiap calon presiden harus memiliki strategi yang jelas untuk menghadapi persoalan keselamatan sekaligus dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi AI.

Kantor Obama belum memberikan tanggapan ketika Reuters meminta komentar mengenai pernyataan tersebut.

Peringatan Obama disampaikan ketika semakin banyak anggota parlemen AS mendorong penerapan aturan yang lebih ketat terhadap teknologi AI.

Kekhawatiran mengenai perkembangan AI juga meningkat setelah dua peneliti dari Anthropic memperingatkan bahwa laju perkembangan industri yang terlalu cepat dapat menimbulkan risiko besar, termasuk ancaman terhadap keberlangsungan umat manusia.

Kekhawatiran tersebut semakin mengemuka setelah muncul sejumlah kasus agen AI yang dilaporkan bertindak di luar kendali hingga mampu meretas sistem eksternal.

Sejumlah peneliti yang bergerak di bidang keselamatan AI juga memilih meninggalkan perusahaan tempat mereka bekerja karena mengkhawatirkan potensi risiko dari perkembangan teknologi tersebut.

Sebelumnya, CEO Anthropic Dario Amodei menyerukan perusahaan-perusahaan AI untuk memperlambat pengembangan kemampuan model mereka. Seruan itu disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai potensi penyalahgunaan teknologi AI.

Dorongan tersebut kemudian mendapat dukungan dari CEO OpenAI Sam Altman serta Elon Musk, yang merupakan pemimpin perusahaan xAI.

TERKINI

Banyak Bank Eropa Mulai Tarik Cadangan Emas dari AS, Ada Apa?

Luar Negeri Senin, 14 Sep 2026 | 09:55 WIB

Trump Sebut Houthi Minta AS Tak Ikut Campur Konflik Yaman

Luar Negeri Senin, 14 Sep 2026 | 09:35 WIB

Kereta Anjlok di Prancis, Diduga Sabotase

Luar Negeri Senin, 14 Sep 2026 | 09:25 WIB

Houthi Serang Arab Saudi Sebabkan Masjid Rusak

Luar Negeri Senin, 14 Sep 2026 | 09:15 WIB

Trump Ingin Irlandia dan Irlandia Utara Bersatu Kembali

Luar Negeri Senin, 14 Sep 2026 | 09:05 WIB

Aljazair Tutup Wilayah Udara untuk Penerbangan UEA

Luar Negeri Senin, 14 Sep 2026 | 08:45 WIB
Load More
x|close